Beranda · SINOPSIS · TOKOH · ARTIKEL


Sinopsis Ranveer dan Ishani Episode 278 279 280 281 Hari Ini: Pernikahan Ritika


RDI SCTV



Berikut sinopsis Ranveer dan Ishani hari ini, Senin 1 Agustus 2016.

Sinopsis Ranveer dan Ishani Episode 278 279 280 281 Hari Ini: Pernikahan Ritika


Bocoran Episode sinopsis Ranveer dan Ishani 280
Dari rumah Dewarsh diberitahu Krisha Ishaani telah menghentikan pernikahan RV.
Chaitali mendengar dan mengatakan "Ishaani bisa melakukan apa saja dan kapan saja"
Dewarsh "aku tahu Ishaani dan Shekhar tidak jadi menikah tetapi aku tidak tahu apa alasannya. Shekhar berjanji dia tidak akan membiarkan pernikahan Krisha batal"

Episode 280
Ritika menelpon sopir untuk membawa mobil, Lakshmi menghentikannya dan mengatakan "kau tidak boleh pergi ke mana pun" lakshmi mengambil lengan Ritika dan memegang nya.

Amba "sebelumnya aku sudah banyak mendengar tentang janji-janjimu . Hari ini, aku akan mendorongmu keluar dari sini"
Ia menarik tangannya Ishaani membentak tangan Amba dan mengatakan "aku akan pergi, tapi jika Ranveer mengatakan dia tidak memiliki hubungan dengan Ishaani, jika dia mengatakan bibi tidak akan pernah melihatku lagi dalam hidup, jika dia mengatakan aku tidak memiliki tempat di hati dan pikirannya tidak hanya pergi meninggalkannya rumah ini tapi hidupnya juga"











Episode 280
Amba mengatakan "aku akan berbicara di depan wajahnya"
Amba pergi pada Ranveer "beritahu Ishaani kau tidak memiliki tempat dalam hidupnya dan kau bukan miliknya. Jika kau mengatakan itu Ishaani akan pergi dari sini selamanya"
RV melihat Ishaani, berjalan ke arahnya, mengambil tangannya dan bergerak menuju pintu.
Ritika berpikir "Ishaani bisa memberitahu kebenaran kapan saja" Lakshmi memeluknya erat. Kanchal bertanya pada Mr Mehra "mengapa Ishaani melakukannya"
Ishaani mengatakan pada Ranveer "orang orang tidak bisa mengeluarkanku dari rumahmu kau juga tidak pernah bisa mengeluarkanku dari hatimu"
.
BERSAMBUNG

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FP VEERA ANTV UNTUK UPDATE SINOPSIS YA


DAFTAR SINOPSIS TERKAIT


Artikel keren lainnya:

SINOPSIS VEERA episode 669


SINOPSIS SERIAL TV


SINOPSIS VEERA episode 669 Dirumah Ratan, bibi Chaiji meminta pada Ranvi untuk tidak menjauh dari Gunjan, meskipun Ranvi mempunyai hak untuk kesal dengan Gunjan “Ranvi, Gunjan memang telah melakukan sebuah kesalahan dan dia sedang berusaha untuk memperbaikinya tapi takdirlah yang menentukan dia tidak mempunyai bayi ini, pikirkan hal ini dengan pikiran yang tenang dan jernih” Ranvi menyahut “Aku tidak marah, lebih baik bibi bersiap siap, aku akan mengantar bibi ke rumah sakit, aku tidak ingin bicara dulu untuk saat ini” Ranvin kemudian berlalu dari sana 

Veera teringat pada ucapan Gunjan ketika Gunjan mengatakan kalau dirinya tidak ingin menjadi seorang ibu untuk saat ini dan akan melakukan aborsi tanpa memberitahu Ranvi, Baldev menghampirinya dan bertanya “Veera, kenapa kamu sedih ? Tidak usah bekerja lebih keras lagi, lebih baik kamu istirahat saja, jangan salahkan dirimu untuk insiden ini, aku tahu kalau kamu ingin membantu Gunjan” Veera menyela “Aku berfikir kalau aku harus bilang ke Gunjan apa yang dia katakan padaku dan aku merasa kalau seharusnya kami tidak menyembunyikan hal ini dari kak Ranvi, kami seharusnya mengabarkan kabar baik ini pada semua orang maka situasinya tidak akan terjadi seperti ini, kak Ranvi pasti akan merawat Gunjan meskipun tahu Gunjan keguguran” ujar Veera sedih sambil menangis “Kamu merasakannya kan baru sekarang, jika kamu bilang ke Ranvi kemarin, kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, seharusnya Gunjan sendiri yang menceritakannya ke Ranvi, seharusnya ada kepercayaan diantara suami dan istri, jika tidak ada kepercayaan lagi maka semuanya akan hancur berantakan” Baldev berusaha menghibur Veera 
Di rumah sakit, Gunjan bertanya pada bibi Chaiji tentang Ranvi ”Bibi, dimana Ranvi ? Apakah dia sedang ada resepsionis ?” bibi Chaiji menggeleng “Tidak, Gunjan ,,, Ranvi tidak bisa datang, dia akan menemui kamu di rumah, dia sedang ada banyak pekerjaan saat ini” Gunjan sedih begitu mendengar ucapan bibi Chaiji “Dia pasti hanya mencari alasan saja” Gunjan pun menangis “Tidak, Gunjan ,,, Ranvi benar benar ada banyak pekerjaan saat ini, sudah sekarang lebih baik kamu ganti baju dulu lalu kita pulang ke rumah” hibur bibi Chaiji 
Veera masih ngobrol dengan Baldev “Apakah satu kesalahan bisa merusak sebuah pernikahan ? Aku tahu kepercayaan kak Ranvi mulai luntur tapi dia seharusnya bisa memaafkan Gunjan karena sebuah hubungan dibuat berdasarkan cinta dan hal itu tidak bisa berakhir dengan seperti ini saja” Veera melihat ke arah Baldev sambil menangis “Kamu bisa pergi dan menemui Gunjan karena kamu sangat mengkhawatirkannya, tapi lebih baik kamu istirahat dulu karena kamu tidak tidur sepanjang malam” ujar Baldev penuh perhatian 
Ranvi akhirnya tiba juga di rumah sakit, Gunjan sangat senang melihat kedatangannya “Tidak ada yang lebih penting bagimu selain diriku, benar kan ?” Ranvi tidak menanggapi ucapan Gunjan “Aku akan menaruh tasnya di dalam mobil” kemudian ngobrol dengan bibi Chaiji lalu pergi meninggalkan Gunjan, bibi Chaiji merasa sedih melihat Gunjan menangis karena Ranvi tidak peduli padanya “Biasanya dia selalu memaafkan aku” ujar Gunjan sambil menangis,
Bansuri sedang menelfon Gunjan “Gunjan, jaga diri kamu baik baik ya” Manjeet datang menemui Bansuri dan langsung mematikan telfon Bansuri sambil berkata “Biarkan Gunjan mengerjakan pekerjaan sendiri, sekarang pikirkan bagaimana caranya mengusir Veera dari rumah ini, kamu meninggalkan mereka berdua sendirian di rumah sakit, kenapa ? Apakah kamu tidak punya otak ?” Bansuri sangat kesal dengan sikap kakak iparnya ini “Kenapa kamu mematikan telfonku ? Anakku saat ini sedang membutuhkan aku, dia sedang merasa cemas sekrang, apakah kamu ingin agar aku meninggalkan Gunjan dan menyusul Veera dan Baldev ? Dia itu menantuku, kenapa kamu ingin lebih melawan dirinya ?” tanya Bansuri heran 
"Tujuanku adalah mengusir gadis itu keluar dari rumah ini !” ujar Manjeet ketus “Kamu tidak tahu tentang pernikahan mereka, lalu bagaimana bisa hal ini menjadi tujuanmu, apa yang terjadi dalam pikiranmu, kak ?” Bansuri semakin heran dengan ambisi Manjeet “Kenapa kamu selalu takut melihat aku ? Apakah kenangan masa lalu menyadarkanmu kembali ? Kenapa kamu takut ? Aku tidak mempunyai niat apapun, aku hanya ingin bantuan keuangan yang kamu dan Balwant janjikan, itu saja !” Bansuri lalu meminta maaf pada Manjeet “Maafkan aku, kak ,,, aku selalu berfikir keliru” Manjeet tersenyum sinis 
Gunjan akhirnya pulang ke rumah bersama bibi Chaiji dan Ranvi “Ranvi, maafkan aku tapi aku sangat mencintai kamu, ini memang tidak mudah untuk mendapatkan maaf darimu, tapi aku tidak bisa hidup dengan menjadi penyebab dari airmatamu itu” Ranvi hanya terdiam, saat itu Veera datang menemui Gunjan “Veera, temuilah Gunjan dikamar karena sedang beristirahat” Veera menangis dan meminta maaf pada kakaknya “Kakak, sebenarnya Gunjan tidak mengharapkan hal ini karena dia telah merasakan keberadaan seorang bayi dalam rahimnya” Veera mencoba membela Gunjan “Dia akan merasa tenang karena dia tidak ingin mengatakannya padaku, seharusnya dia bilang ke aku, Veera ,,, dia mengambil keputusan ini sendiri, keguguran ini terjadi karena dia memang menginginkan ini kalau tidak dia tidak mungkin akan seceroboh ini dan ini sudah menjadi takdir, ketika aku datang ke rumah sakit atau aku tidak tahu apa apa tentang semua ini, kalian berdua tetap tidak mengatakan apapun padaku” ujar Ranvi sedih 



“Kakak, Gunjan menceritakannya padaku sebagai seorang teman dan meminta padaku untuk tidak bilang sama kamu karena dia ingin mengatakannya sendiri ke kamu, ini tidak benar kalau dia ingin menggugurkan bayinya, kemarin aku sangat bahagia di perayaan Holi ketika mengetahui dari Gunjan sendiri kalau ingin mempertahankan bayinya, dia bilang kalau dia ingin mengatakannya padamu, itulah mengapa aku tidak bilang ke kakak, kemudian kecelakaan ini terjadi” Ranvi langsung menyahut “Jika aku tidak tahu tentang hal ini, dia bisa saja membuat alasan lain” Veera sangat sedih mendengar ucapan kakaknya yang begitu pedas 
“Gunjan hanya takut kalau kakak tidak bisa memahami dia, aku mohon, kak ,,, maafkanlah Gunjan, bicaralah dengannya, aku tahu dia pasti sangat sedih saat ini” ujar Veera sedih sambil menangis, Ranvi segera melepaskan tangan Veera yang memegang lengannya dan ketika Ranvi hendak pergi, Veera berkata “Kakak, aku meminta padamu, sama seperti yang biasanya aku lakukan di masa kecil dulu, aku mohon jangan tinggalkan aku dengan penderitaan, kak ,,, aku hanya ingin melihat senyum kakak, tidak yang lain” Ranvi lalu memeluk Veera erat

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

SINOPSIS VEERA 1 AGUSTUS 2016 : Gunjan Alami Keguguran


SINOPSIS SERIAL TV



SINOPSIS VEERA 1 AGUSTUS 2016 : Gunjan Alami Keguguran
Gunjan dengan sengaja mencelakai dirinya sendiri agar ia mengalami keguguran
 Manjeet pura-pura peduli lalu memanas-manasi Veera untuk melawan Baldev. Namun, ia malah merasa hancur ketika Veera justru memuji Baldev karena ia sebelumnya dipengaruhi oleh jimat. Kemudian, Baldev bertanya pada Manjeet dan Bansari tentang jimat tersebut .





Sementara di tempat lain, Gunjan memberi tahu  Chaiji jika akan ada beberapa wartawan yang akan meliput latihan latihan mereka. Setelah itu tanpa diketahui oleh Ranvijay, Gunjan dengan sengaja melukai dirinya sendiri saat pulang dari latihan. Akibatnya, Ranvijay merasa sangat hancur ketika mengetahui jika Gunjan berada di rumah sakit untuk menggugurkan kandungannya.

Ketika Ranvijay tiba di rumah sakit, Gunjan langsung minta maaf kepada suaminya tersebut atas kelalaiannya dalam menjaga kehamilan. Sementara Veera memberi tahu Baldev jika ia terkejut setelah mengetahui kondisi kehamilan Gunjan dan merasa bersalah karena telah mendorongnya untuk terjun dalam seni. Baldev lalu meminta Veera untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri atas keguguran yang dialami Gunjan.

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

Anandhi Senin, 01 Agustus 2016: Jadhish Pergi!




HRN MEDIA








Anandhi Senin, 01 Agustus 2016:  Jadhish Pergi!
Anandhi sangat sedih mengingat Jagdish lalu menghampiri Kalyani dan memeluknya,
 Sugna menceritakan semuanya dan Shyam berbicara kepada Varun dan memintanya untuk menceritakan kebenarannya di depan semua orang. Tausa sangat terkejut.

Shyam membawa Varun ke halaman dan memintanya untuk menceritakan semuanya. Tetapi Varun tetap diam. Taisa tidak dapat mengontrol lagi emosinya lalu menceritakan semuanya. Tausa sangat marah lalu mengusir Taisa dari rumah. Varun meminta Tausa untuk tidak menyakiti Taisa. Semua orang sangat terkejut elihatnya. Madan mengusir Tausa dari rumah.

Di rumah Kalyani semua orang juga terkejut mendengar hal tersebut. Vasant yang marah ingin member pelajaran kepada Tausa, tetapi Bhairon dan Kalyani menahanya. Anandhi mengatakan kalau orang seperti Tausa perlu diberi pelajaran, semua orang terkejut mendengar komentar Anandhi.
Sumitra mengatakan kalau tidak benar untuk membalasnya karena tidak akan merubah apapun. Sumitra juga mengatakan kalau Tuhan sudah memberikan hukuman kepadanya. Sugna meminta kepada Shyam untuk membuat Varun bisa berjalan kembali. Jagdish meminta maaf kepada Anandhi karena telah menjadi egois. Kepala desa bersama warga datang kerumah Jagdish untuk member selamat.











Anandhi meminta Jagdish untuk menghormati Kalyani. Jagdish meminta maaf kepada Kalyani dan mereka berbaikan. Anandhi diam-diam mengintip mereka dan SUmitra yang melihat Anandhi dan yakin kalau ini adalah hasil kerja keras Anandhi. Sugna dan Shyam datang untuk melihat Jagdish pergi ke Mumbai. Jagdish memanggil Anandhi di teras lalu memberikan cincin kepadanya.

Jagdish sudah siap dengan semua kopernya dan semua orang memberi nasehat kepadanya. Warga desa juga ikut melihatnya. Kalyani menjadi sangat sedih. Anandhi sangat sedih mengingat Jagdish lalu menghampiri Kalyani dan memeluknya, tetapi Kalyani menyuruhnya menyingkir. Anandhi terkejut mendengar hal tersebut.

Bhairon dan Sumitra sangat sedih tetapi mereka harus kuat agar Jagdish bisa menggapai cita-citanya. Jagdish meminta Makhan untuk segera pulang dan membelikan Jalebi untuk Anandhi dan bola untuk Nandhu. Gehna meminta Vasant untuk memanggil Kalyani karena dia sama seklai tidak keluar kamar setelah Jagdish pergi.
(mth)

BACA JUGA SELANJUTNYA







LIKE FP BERITA TERANYAR UNTUK UPDATE SINOPSIS YA


DAFTAR SINOPSIS TERKAIT


Artikel keren lainnya:

Sinopsis Thapki ANTV Episode 13 Hari Ini: Vasundra Ingin Dhruv dan Thapki Menikah

Sinopsis Thapki ANTV Episode 13 Hari Ini: Vasundra Ingin Dhruv dan Thapki Menikah
SINOPSIS SERIAL TV


Sinopsis Thapki ANTV Episode 13 Hari Ini: Vasundra Ingin Dhruv dan Thapki Menikah
Berikut sinopsis Thapki hari ini, Senin 1 Agustus 2016.
Ibunda Balvinder membentak Vasundra karena tidak mengurus putranya dan tidak mengurus rumah dengan baik. Krisnhnakanth dan Poonam mencoba menenangkan Thapki yang menangis. Bihan mendengar Vasundra berkata pada Balvinder bahwa dia bukan anggota keluarga. Vasundra menyarankan Dhruv menikahi Thapki dan sedih saat Dhruv menolak permintaannya.




Vasundra meminta Dhruv memikirkan keputusannya dan memutuskan kemudian. Melihat Thapki tertekan, Krishnakanth menyarankan Thapki membeli baju baru. Vasundra melarang Bihan duduk di kursi milik Dhruv di meja makan. Divakar dan Nimmi minta Thapki membantu mereka berbelanja pakaian. Bihan mengerjai penjual buah karena membuatnya lama menunggu. Dhruv minta Thapki datang ke pesta kantor.
Thapki hari ini, Senin 1 Agustus 2016 tayang pukul 14.30 WIB di ANTV.
(87/ray/ray)

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

Sinopsis Ranveer dan Ishani Episode 274 275 276 277 Hari Ini: Ishani Amnesia


RDI SCTV



Berikut sinopsis Ranveer dan Ishani hari ini, Senin 1 Agustus 2016.

Sinopsis Ranveer dan Ishani Episode 274 275 276 277 Hari Ini: Ishani Amnesia


Upacara pernikahan Ritika dan Ranveer telah dimulai. Ishani sampai di sana dan minta upacara pernikahan dihentikan. Ibunda Ranveer memarahi Ishani karena meninggalkan anaknya dan mencoba mencegah pernikahannya. Devarsh tahu bahwa Ishani mencoba menghentikan pernikahan Ranveer. Amba minta Ranveer berkata pada Ishani bahwa Ishani tak berarti apa-apa.











Ranveer bertanya pada Ishani mengapa dia mencegah acara pernikahan dan mengatakan keputusan Ranveer untuk menikahi Ritika sudah bulat. Shikhar sampai di rumah Ranveer dan berkata bahwa Ishani dan Ranveer masih terikat pernikahan. Ishani memuji Ritika di depan semua orang dan berterima kasih padanya. Ranveer bertanya pada Ishani apa alasannya melakukan semua ini.

Ishani mengabari nenek yang khawatir, bahwa Ishani sudah di rumah dan tak akan terjadi apa-apa. Shikhar bilang pada semua orang bahwa Ishani mengalami amnesia. Nenek minta Amba tidak berkata hal buruk soal Ishani dan minta Ranveer menjaga Ishani. Shikhar diminta orangtuanya untuk berpikir positif atas apa yang telah terjadi.

Ritika melampiaskan kekesalannya di kamar setelah dihina oleh Ishani. Ibunda Ranveer segera menenangkan Ritika begitu tahu Ritika histeris. Ishani mencoba bicara dengan Ranveer, yang memilih keluar dari kamar. Ishani menelepon Shikhar dan memberi tahu ingin melindungi Ranveer dari Ritika. Nenek bertanya pada Shikhar bagaimana cara mengembalikan ingatan Ishani.

Ranveer dan Ishani hari ini, Senin 1 Agustus 2016 tayang pukul 14.00 WIB di SCTV.


BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FP VEERA ANTV UNTUK UPDATE SINOPSIS YA


DAFTAR SINOPSIS TERKAIT


Artikel keren lainnya:

Sinopsis Uttaran Hari ini, Minggu 31 Juli 2016 : Episode 365 Part 3

Uttaran-Episode-365-Walpaper
SINOPSIS SERIAL TV


Uttaran-Episode-365-a6
Sinopsis Uttaran Hari ini, Minggu 31 Juli 2016 : Episode 365 Part 3
Ashfaque merasa kesal dengan tindakan Meethi. Meethi : Aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku tidak tau bagaimana aku bisa sampai ke Pakistan.
Ashfaque menunjukkan tmpt dmn ia menemukan Meethi.
Ashfaque : Kami menyelamatkanmu. Membawamu pulang & merawatmu. Saat kau pingsan kau mengigau mengucapkan sebuah nama, Akash. Aku tau Akash adlh nama org India.
Meethi : Ya, aku adlh org india. Namaku Meethi.
Ashfaque : Apa kau datang kemari dari Jammu? Kau adlh org India, jadi jgn pergi ke polisi Pakistan. Kau & kami semua akan dpt masalah.
Ashfaque menunjukkan surat kabar yang memuat berita tentang ledakan bom di stasiun Jammu.
Ashfaque : Polisi India & Pakistan curiga ledakan itu dilakukan oleh seorang wanita. Keluargaku merasa kau tidak bersalah, tapi bagiku kau adlh pembuat masalah.
Meethi : Lalu knp kau menyelamatkanku?
Ashfaque : Tuhan yang mempertemukanku denganmu!Ikut denganku pulang ke rumah. Kita akan cari cara mengirimmu plg. Tdk akan ada yang mau percaya kalau kau adlh orang India & terbawa arus sungai dari Jammu sampai kesini. Kau akan aman di rumah kami. Skrg buat keputusanmu. Di tempat ini tidak akan ada rumah lain yang mau menampungmu. Jgn berfikir utk bunuh diri. Tuhan ingin agar kau tinggal bersama kami.



Akash shock melihat pooja kematian Meethi di rumahnya.
Akash : Apa ibu sdh kehilangan akal?
Ekadish : Terimalah kenyataan ini nak.
Akash : Aku masih bisa merasakan detak jantungnya!Meethi masih hidup!
Ekadish : Kalau dia masih hidup, dmn dia skrg? Knp kau tidak membawanya pulang bersamamu?
Akash mengangkupkan kedua telapak tangannya.
Akash : Jgn mengatakan hal buruk ttg istriku jika kau tidak bisa mengatakan hal baik tentangnya. Bahkan jika dewa mengatakan hal yang sama, aku juga tidak akan menerimanya. Meethi ku tidak akan bisa meninggalkanku.
Sementara itu, Saba mengantarkan Meethi kembali ke kamar. Nusrat(adik bungsu Ashfaque)terkejut melihat Meethi di kamarnya.
Nusrat : Siapa kau? Ibu!Aku turuti keinginan ibu utk menikah dengan Babar, tp jgn membawa org ini utk mengembalikan senyumanku.
Mumtaz : Dia adlh tamu kita, minta maaf padanya.
Nusrat : Maafkan aku.
Saat turun utk mkn siang, Rizvi memperkenalkan Khalid(suaminya Saba) kepada Meethi. Meethi memberi salam ala muslim Pakistan.


Saba meminta Meethi membantu mempersiapkan dekorasi utk upacara mehendi Nusrat. Ashfaque jg mengerjakan dekorasi di lantai 2, ia memperhatikan Meethi. Namun saat Ashfaque lengah sdkt, Meethi sudah hilang. Meethi berlari keluar sambil menutupi wajahnya, dia melihat telfon umum.
Meethi menggadaikan antingnya utk menelfon ke rumahnya di India. Damini mengangkat telfon, ia berharap itu telfon dari Akash utk memberikan kabar baik tentang Meethi.
Damini : Halo? Akash?
Meethi terharu mendengar suara Damini, saat ia ingin bicara, tiba-tiba Ashfaque datang & mematikan telfon tersebut.
Ashfaque : Tindakanmu itu membahayakan kami semua. Menyembunyikanmu di rumah kami adlh perbuatan ilegal. Kau datang kemari tanpa surat izin. Kami sudah memberi tempat tinggal utkmu, kami bisa dianggap penjahat. Tolong fikirkan kami. Jika polisi mengetahui ini (menelfon ke India) mungkin keluargamu jg akan dpt masalah karena nenekmu juga ada bersamamu didalam kereta itu.
Meethi : Kau bohong. Jika aku pergi ke polisi, mereka pasti akan memahami masalahku. Aku bukan teroris & aku tidak pernah melakukan kejahatan apapun, knp mereka harus menangkapku?
Ashfaque : Ini tentang perbatasan 2 negara. Kau & aku bisa menjadi teman tapi hukum tidak akan mengizinkannya. Kita berdua adlh musuh yang bertarung dlm perbatasan ini.
Meethi : Aku akan mengatakan yang sebenarnya pada polisi. Mereka pasti akan membantuku karena aku tidak bersalah. Mereka pasti akan mengantarku plg.
Ashfaque membiarkan Meethi pergi begitu saja.
Meethi melihat Ansari sedang mengamuk kepada sepasang suami istri
Ansari : Kau melewati perbatasan tanpa izin, kau harus berada didalam penjara seumur hidup!
Meethi shock menyaksikannya.
Meethi mengurungkan niatnya & berjalan kembali ke rumah Ashfaque. Ashfaque masih berada ditempat tadi.
Ashfaque : Bagaimana?
Meethi : Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Bagaimana cara agar aku bisa plg?
Ashfaque : Percayakan pada org lain saat kau tidak bisa melakukan sesuatu.
Ashfaque mengembalikan anting yang Meethi gadaikan di telfon umum tadi.
Ashfaque : Aku tidak ingin kau mengeluh tentang apapun saat kau kembali ke India. Aku tidak bisa berjanji tapi aku akan berusaha membantumu plg.

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

Sinopsis Uttaran Hari ini, Minggu 31 Juli 2016 : Episode 365 Part 2

Uttaran-Episode-365-Walpaper
SINOPSIS SERIAL TV


Uttaran-Episode-365-a3 Sinopsis Uttaran Hari ini, Minggu 31 Juli 2016 : Episode 365 Part 2
Rizvi memanggil seorang tabib utk membuatkan obat untuk Meethi. Mumtaz (istrinya Rizvi) mengoleskan obat tersebut ke dahi Meethi. Mumtaz minta tolong kepada Saba(putrinya Mumtaz/saudara perempuan Ashfaque) utk ikut membantu tapi Saba beralasan tangannya sedang dipenuhi henna.
Zubeida(kakak iparnya Ashfaque) masuk kedalam kamar & menawarkan diri utk merawat Meethi. Tabib tersebut meminta Mumtaz utk tetap mengawasi Meethi karena kondisinya masih sangat lemah. Saba memperhatikan gelang kaki Meethi.
Saba : Gelang kaki yang sangat indah. Sepertinya dia dari keluarga yang kaya, tapi knp hanya ada 1 gelang kaki? (Meethi sengaja meninggalkan sebelahnya lagi utk Akash). Mumtaz : Keluarganya pasti sangat mencemaskannya. Semoga Allah memberi pertanda kepada mereka kalau putrinya aman bersama kita. Amiin.
Setelah Meethi sadar, Zubeida & Mumtaz memintanya utk beristirahat, Meethi melihat kalung milik Fida dilengannya. Dia teringat saat Fida meminta maaf & mendorongnya keluar dari kereta api ketika kereta sedang melewati sungai. Mangalsutra Meethi tersangkut digelang Fida.
Meethi diam-diam keluar utk mencari jalan plg. Meethi hampir tertabrak saat berlari dijalan utama. Seorang Inspektur turun dari jeep tersebut.
Ansari : Kau mau kemana?



Uttaran-Episode-365-a4
Ansari : Kau mau kemana? Meethi menunjuk kearah perbatasan.
Ansari : Apa kau sedang bertengkar dengan suamimu? Apa kau ingin lari ke negara lain?
Meethi : Ini dimana?
Ansari : Apa maksudmu? Ini Pakistan!
Meethi : Pakistan? ?
Ansari : Ya. Ini adlh Pakistan. Kau sedang berlari kearah India. Apa kau orang baru disini? Kau bersikap seolah baru pertama kali mendengar nama Pakistan. Ikut denganku ke kantor polisi.
Ashfaque datang ke kantor polisi membantu membebaskan Meethi.
Ashfaque : Dia adalah kerabatku. Entah apa yang ada difikirannya. Sebentar lagi dia pasti bilang kalau dia bukan org Pakistan. Dia byk membaca kisah tentang negara lain, dia fikir dirinya adlh salah satu dari mereka. Dia hilang ingatan. Di hari saat dia lupa minum obat, dia sedang memikirkan negara lain (India).
Ashfaque berhasil membawa Meethi pergi setelah menceritakan kisah bohong kepada Ansari, namun Ansari tidak menelannya mentah2, dia masih mencurigai Meethi dan terus mengawasi Meethi.

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

Sinopsis Uttaran Hari ini, Minggu 31 Juli 2016 : Episode 365 Part 1

Uttaran-Episode-365-Walpaper
SINOPSIS SERIAL TV


Uttaran-Episode-365-Walpaper
Pada Cerita Uttaran Kali ini, kita akan berkenalan dengan pemain-pemain baru. Jadi jangan bingung jika ada nama-nama yang belum dikenal. Ikuti saja alur ceritanya, nanti lama-lama bakal paham. Ashfaque mengemudikan truk mininya dengan kecepatan tinggi.
Rizvi : Kurangi kecepatannya nak.
Ashfaque : Jgn takut dengan kematian, ayah.
Rizvi meminta Ashfaque utk mencari pendamping agar hidupnya lebih berarti. Ashfaque menginjak rem mendadak & berlari kepinggir sungai.
Ashfaque : Ayah!Aku tidak punya waktu utk terikat dengan sebuah hubungan!
Rizvi ikut turun & mendekati Ashfaque.
Rizvi : Cobalah utk jatuh cinta & menikah. Ucapanmu akan berubah nanti.
Uttaran-Episode-365-a1
Ashfaque melihat tubuh seorang wanita hanyut dibawa arus sungai, ia berteriak menunjuk kearah wanita itu. Arus sungai membawa tubuh Meethi kepinggir sungai. Ashfaque berlari mendekatinya.



Uttaran-Episode-365-a2
Ashfaque menggendong Meethi keluar dari sungai, ia memeriksa denyut nadi dan nafas Meethi.
Ashfaque : Ayah, dia masih hidup!
Rizvi : Terimakasih ya Allah atas kemurahan hatimu.
Ashfaque : Tubuhnya sudah sekarat tapi jiwanya masih ingin hidup. Dia masih hidup.
Rizvi : Ayo kita selamatkan gadis ini.
Ashfaque : Kenapa org-org memutuskan utk bunuh diri? Tuhan memberikan hidup hanya sekali utk menemukan sesuatu yang berguna, bukan mengakhirinya dengan cara seperti ini.
Rizvi : Dia mungkin bukan berniat utk bunuh diri tapi sesuatu telah terjadi padanya. Tuhan telah memberikan tanggungjawab yang besar pada kita utk menyelamatkannya. Kita harus membawanya pulang & memanggil seorang tabib.
Mereka tidak membawa Meethi ke rumah sakit karena takut jikalau gadis yang mereka temukan itu benar-benar berniat utk bunuh diri, akan panjang urusannya.
Damini, Akash & Mr. rathore datang ke kantor polisi melaporkan hilangnya Meethi, Damini menceritakan segalanya kepada seorang inspektur. Inspektur : Kenapa cucumu tidak ikut turun di Nangla?
Inspektur itu mencurigai bahwa Meethi adlh pelaku bom bunuh diri tersebut, Damini membantahnya. Damini memberi info tentang Fida & suaminya yang bersikap aneh, pria itu sangat berhati-hati menjaga tasnya (tas berisi bom).
Damini : Aku melihatnya sekilas. Dia pria yang sangat pemarah. Aku tidak tau siapa namanya.
Di tempat perhentian bus, suaminya Fida muncul dengan kostum yang berbeda.
Setelah Damini memberikan kesaksiannya, Akash meminta Damini utk pulang bersama Mr. rathore. Akash berjanji akan segera menemukan Meethi.

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

SINOPSIS UTTARAN HARI SABTU 30 JULI 2016 Part 3

Uttaran-Episode-364-Walpaper
SINOPSIS SERIAL TV



SINOPSIS UTTARAN HARI SABTU 30 JULI 2016 Part 3


Uttaran-Episode-364-a5 Fida bicara dengan suaminya berdua saja di gerbong lain. Suaminya Fida berkata, "Kita sdh sangat dkt dengan Jammu. Tempat itu adlh target kita. Kau akan memakai bom ditubuhmu & meledakkan gerbong ini sementara aku akan berada di gerbong no. 4 dari sini. Ingat, tidak boleh ada kesalahan. Kita akan mati bersama utk misi ini".
Fida mengangguk.
Sementara itu Akash & Mr. rathore menyusul Meethi ke Jammu menggunakan pesawat. Mereka jg harus melalui jalur darat dari bandara ke stasiun Jammu.
Fida kembali ke tempat duduknya, ia mengetahui tujuan Meethi sebenarnya adlh ke Katra, tp mereka turun di stasiun Jammu. Fida memaksa Meethi & Damini turun di stasiun Nangla, stasiun ini berada 1 stasiun sebelum Jammu. Fida memberitahu bahwa Katra lebih dekat ditempuh lewat jalur darat dari stasiun Nangla drpd dari stasiun Jammu.
Fida : Kau akan turun di Nangla kan? Aku tidak akan menyesatkanmu, aku sdh menganggapmu sbg temanku.
Meethi akhirnya setuju setelah Fida sedikit memaksa.
Meethi melihat sebuah memory card jatuh dari dlm tas suaminya Fida, ia mengembalikannya pada Fida karena pria itu tidak memperdulikan panggilan Meethi. Fida teringat saat suaminya berkata bahwa memory card itu berisi rencana besar utk menghancurkan India.
Fida dipanggil suaminya ke gerbong lain, ia sdh siap dipakaikan rompi penuh dengan bom. Fida memberikan syal kepada suaminya.
Fida : Aku membuatkan ini utkmu. Di surga pasti sangat dingin.
Meethi & Damini turun di stasiun Nangla, Fida mengucapkan salam perpisahan kepada mereka. Meethi tiba-tiba meminta Damini menunggu sebentar, ia ingin membelikan gorengan utk Fida karena dari pembicaraan sebelumnya Fida berkata gorengan di Nangla sangat lezat.
Fida : Meethi?
Meethi : Aku membelikan gorengan ini utkmu.
Fida terharu dengan sikap manis Meethi, ia melepaskan kalungnya & mengikatnya dilengan Meethi utk penangkal bala. Meethi hendak turun dari kereta tapi terlambat karena selendangnya tersangkut.
Meethi berdiri dipinggir gerbong berteriak memanggil neneknya.
Uttaran-Episode-364-a7
Damini menyusul ke stasiun Jammu menggunakan taksi. Diperjalanan menuju Jammu, Fida meminta maaf kepada Meethi. Tepat sebelum kereta sampai di stasiun Jammu, Fida menekan tombol utk meledakkan bomnya.


Uttaran-Episode-364-a6
Damini yang lebih dulu sampai di stasiun Jammu menggunakan taksi shock melihat kereta itu meledak. Damini teringat bagaimana Meethi berteriak panik saat terjebak didlm kereta api. Tak berapa lama kemudian Akash & Mr. rathore tiba di stasiun Jammu. Akash : Meethi dimana nek?
Damini menunjuk kearah kereta yang baru saja meledak. Damini kemudian menceritakan bagaimana ia & Meethi bisa terpisah. Akash & Mr. rathore berjanji akan segera menemukan Meethi.
Keluarga Takhur shock melihat berita di TV, mereka tau kalau Meethi & Damini sebelumnya naik kereta itu karena kereta itu satu2nya yang brgkt menuju stasiun Jammu.
Akash & Mr. rathore berusaha mencari Meethi disekitar ledakan.
Ekadish & Sankrant datang ke rumah Takhur setelah melihat berita di TV.
Ekadish : Knp ini harus terjadi?
Mukhta : Hentikan drama mu itu!Meethi pergi hanya karena kau. Aku tau kau sangat licik. Kau pasti telah melakukan sesuatu yang membuat Meethi pergi meninggalkan rumah!
Tapasya menjawab telfon dari Mr. rathore, ia mendapat info kalau Damini sudah ditemukan tapi Meethi belum. Mukhta jatuh pingsan mendengarnya.
Akash hampir putus asa karena tidak bisa menemukan Meethi baik di lokasi kejadian/tenda darurat.
Mr. rathore : Jgn menangis atau berputus asa. Kau tidak boleh hancur seperti ini. Kita harus menemukan Meethi. Lihat aku, kau tidak boleh menyerah!Kau pasti bisa menemukan Meethi.
Akash mengangguk & menghapus airmatanya.
Mereka belum bisa menemukan tanda-tanda keberadaan Meethi hingga malam hari.
Akash : Nenek, Aku pasti akan menemukan Meethi. Aku tau dia baik-baik saja dimanapun dia berada.
Damini : Apa kau bahagia skrg? Kau hanya menginginkan seorang anak yang tidak bisa diberikan Meethi ku kepadamu!Kukira kau mencintainya & memahami rasa sakitnya. Ini adlh hubungan antara suami & istri. Kau lebih menginginkan seorang anak daripada kasih sayang Meethi!Jgn coba-coba mengatakan kalau kau sangat mencintai Meethi. Kau tidak mencintainya!Aku sendiri yang menelfonmu sebelum meninggalkan Mumbai, kau ingat apa yang kau katakan? Skrg aku tidak butuh simpati darimu. Pergi kau dari sini!

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

SINOPSIS UTTARAN HARI SABTU 30 JULI 2016 Part 2

Uttaran-Episode-364-Walpaper
SINOPSIS SERIAL TV



SINOPSIS UTTARAN HARI SABTU 30 JULI 2016 Part 2


Meethi & Damini masuk kedalam bis dengan tujuan Jammu, Damini teringat masa lalunya bersama Ichcha, ia menyesali kenapa Meethi memiliki nasib yang sama seperti ibunya. Di rumah Bundela, Akash mengira Meethi sementara tinggal bersama Damini di rumah Takhur utk menjauh darinya.
Akash : Mengapa kau bersikap seperti ini? Aku hanya menginginkan anak pertamaku. Semua orang didunia ini juga menginginkan hal yang sama. Knp kau tidak mengerti?
Bis yang ditumpangi Meethi & Damini berhenti di lampu merah, Mukhta tidak sengaja melihatnya.
Mukhta : Meethi? Meethi & nenek Damini ada didalam bis?
Mukhta berusaha mengejar bis itu dengan bajai, tapi bajainya mogok ditengah jalan. Mukhta pun menelfon Akash memberitahu kalau Meethi tidak ada di rumah kakeknya melainkan sedang berada didalam bis yang menuju luar kota, Damini juga ikut bersamanya.
Akash pergi menyusul Meethi, ia menelfon ponsel Meethi tapi Meethi sengaja menolak panggilan masuknya & mematikan ponselnya. Akash berusaha menghubungi lewat ponsel Damini, tapi Damini melakukan hal yang sama atas permintaan Meethi. Ponsel mereka berdua mati sekarang. Akash kehabisan akal untuk mencari tau keberadaan Meethi & Damini.
Akash : Aku sdh melakukan kesalahan besar. Aku bisa membawa Meethi pulang bagaimanapun caranya jika bisa bicara padanya sekali saja.
Di rumah Bundela, Sankrant mencurigai Ekadish sebagai penyebab perginya Meethi, namun dia belum punya bukti apa2.
Akash teringat kalau Mukhta berkata bahwa Meethi & Damini sedang berada didalam bis, Akash menghentikan sebuah bis mengira Meethi ada disana, tapi bis yang dihentikan Akash itu bukanlah bis yang dinaiki Meethi & Damini.
Akash menyesali semua yang telah terjadi.
Akash : Meethi selalu memaafkanku utk semua kesalahanku. Dia tidak boleh meninggalkanku seperti ini. Andai saja aku bisa memahami sikap diam dan rasa sakitnya, ini semua tidak akan terjadi. Kenapa aku tidak bisa memahaminya? Kenapa?
Akash : Jika aku bisa mengendalikan kemarahanku sekali saja dan memikirkan keadaan Meethi, ini semua tidak akan terjadi. Meethi ku tidak seperti itu. Hingga saat ini dia selalu memaafkan semua kesalahanku. Kau tidak boleh meninggalkanku seperti ini Meethi. Aku pasti akan menemukanmu!!


Uttaran-Episode-364-a4
Akash datang ke rumah Takhur memberitahu kalau dia tidak bisa menemukan Meethi & Damini dimanapun. Akash & Mr. rathore bergegas ke terminal bis setelah Mukhta memberitahu plat nomor bis yang dinaiki Meethi. Seorang pria yang bertugas menjual tiket di loket terminal bis memberitahu nomor ponsel supir bis tersebut. Kebetulan bis yang Meethi naiki sedang berhenti di sebuah restoran pinggir jalan utk istirahat/mkn malam. Mr. rathore & Akash datang terlambat. Pelayan di restoran itu memberitahu bahwa Meethi & Damini sudah pergi menggunakan taksi(Meethi tidak sabar menunggu bis nya kembali berangkat).
Damini menghentikan langkahnya sebelum masuk kedalam kereta api menuju Jammu, Meethi berusaha meyakinkannya sekali lagi. Mereka mencari tempat duduk didalam kereta, seorang wanita membentangkan alas didepan mereka utk melaksanakan ibadah.
Meethi memberikan segelas teh pada wanita itu, tehnya sedikit tumpah mengenainya. Meethi meminta maaf dan menanyakan nama wanita itu.
Fida : Namaku adlh Fida.
Meethi : Apa artinya namamu itu?
Fida : Fida artinya adlh seseorang yang berkorban utk semua org.
Meethi melihat henna ditangan Fida.
Fida : Aku terlihat seperti pengantin baru bukan? Aku selalu memasang henna setiap kali mengingat Tuhanku, suamiku seperti Tuhan bagiku. Dia sedang duduk disana.
Meethi : Apa pekerjaan suamimu?
Fida : Dia melakukan apa yang diperintahkan Tuhan.
Fida sedikit terkejut ketika Meethi berkata bahwa dia ingin pergi ke Jammu. Meethi & Fida saling berbagi cerita, mereka cepat akrab.
Suaminya Fida pergi ke gerbong yang tidak ada org dan mengeluarkan bom dari dlm tas, dia mengangkat telfon dari bos nya dan berkata, "Beritahu kapan harus meledakannya. Fida, istriku yang akan melakukannya. Dia akan menjadi seorang Fidayin (wanita pelaku bom bunuh diri)".
Fida memberitahu Meethi kalau dia adalah pelaku bom bunuh diri, tapi Meethi menganggap itu hanya lelucon. Suaminya Fida mendengar pembicaraan mereka dan menggertak Fida(pura-Fida(pura mendorongnya keluar), ia berkata, "Fokus pada misi kita Fida!Pintu surga sudah terbuka untuk kita!".

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

Sinopsis Uttaran Hari ini, Sabtu 30 Juli 2016 : Episode 364 Part 1

Uttaran-Episode-364-Walpaper
SINOPSIS SERIAL TV



SINOPSIS UTTARAN HARI SABTU 30 JULI 2016

Uttaran-Episode-364-Walpaper
Pendeta yang membantu pelaksanaan ritual pooja Akash datang ke rumah Bundela utk bicara langsung pada Ekadish.
Pendeta : Menantumu tidak akan bisa menjadi seorang ibu (hamil).
Ekadish : Omong kosong apa ini?
Pendeta : Aku sudah membaca garis tangan menantumu, aku hanya berharap dewa bisa merubahnya setelah pooja itu, tapi ternyata tidak bisa, karena itu angin kencang datang saat pooja sedang berlangsung.
Ekadish shock mendengarnya.
Didalam kamar, Meethi menanyakan pada Akash, bagaimana kalau ritual pooja tadi hanya sia2.
Akash : Jgn bicara seperti itu. Aku bisa berjuang melawan badai diluar tapi jika kau bicara seperti ini apa yang bisa aku lakukan?
Meethi : Aku tidak akan pernah bisa menjadi seorang ibu (hamil), Akash. Aku tidak bisa memberikan pewaris pada keluarga ini.
Akash : Semuanya akan baik-baik saja. Bayi kita adalah harapan hidupku. Kau akan menjadi seorang ibu & memberikan keturunan pada keluarga ini. Kau terlihat lelah, beristirahatlah. Kita tidak akan membicarakan masalah ini lagi/aku akan marah.
Keesokan harinya, Meethi membawa Akash ke sebuah panti asuhan, Akash terkejut mengetahui niat Meethi utk mengadopsi seorang anak.
Akash : Lelucon macam apa ini? Aku tidak menginginkan seorang bayi dengan cara seperti ini.
Meethi : Apa yang slh dengan mengadopsi seorang bayi? Anak-Anak ini membutuhkan kasih sayang & sebuah keluarga utk merawat mereka. Kita bisa memberikan masa depan yang lebih baik & impian kita jg akan terpenuhi.
Akash : Tdk masalah jika kau ingin mengadopsi seorang anak tp aku ingin anak pertama kita adlh darah dagingku sendiri. Aku tidak ingin berdebat masalah ini lagi.
Akash pergi dari panti asuhan tersebut.
Uttaran-Episode-364-a1.
Meethi pulang ke rumah sendirian.
Ekadish : Aku yakin pendeta itu salah, ayo kita pergi ke dokter, mungkin ada solusinya.
Meethi : Tdk bu. Aku sdh pergi ke dokter kemarin, dokter bilang aku tidak akan bisa hamil.
Ekadish : Aku sedang dilema berat. Katakan apa yang harus aku lakukan? Kau tau persis putraku sangat menginginkan seorang bayi. Jika Akash harus mengadopsi seorang bayi, dia tidak akan bisa menyayanginya.
Meethi : Apa yang ibu inginkan dariku?
Ekadish : Tinggalkan Akash demi kebaikannya. Dia tidak akan mau menikah lagi selama kau masih ada disini.



Meethi memutuskan utk meninggalkan rumah Bundela setelah memikirkan kata-kata dari Ekadish, ia datang ke rumah Takhur utk memberitahu Damini tentang keputusan ini & masalah yang menjadi penyebabnya. Damini sdh berusaha utk menghentikannya tapi Meethi bersikeras tidak mau merubah keputusannya. Damini pun memutuskan utk ikut bersama Meethi pergi meninggalkan Mumbai.
Meethi meletakkan sebuah cd utk Akash & pergi ke dapur utk melihat Kajri sebelum meninggalkan rumah Bundela. Meethi meminta Kajri utk berjanji tidak akan pernah meninggalkan rumah Bundela/kembali ke Aatishgarh, Kajri menyadari sikap aneh Meethi.
Kajri : Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?
Meethi : Aku tidak akan pergi kemana2.
Meethi diam-diam melambaikan tangannya setelah Kajri kembali fokus pada pekerjaannya di dapur.
Meethi menemui Damini di terminal bis.
Meethi : Aku tidak punya kesempatan bicara pd Akash. Dia akan pulang utk makan siang. Aku sdh merekam segalanya dlm cd(ttg laporan dokter kalau Meethi tidak bisa hamil) & mengatakan kalau aku akan menunggunya sampai jam 3.
Sayangnya cd itu jatuh ke tangan Pavitra, Gomti & Ekadish, Ekadish pun menyembunyikannya. Saat Akash pulang ke rumah, Ekadish memberitahu bahwa Meethi pergi ke kuil/ke tempat neneknya. Ekadish sengaja mengungkit masalah adopsi bayi.
Akash : Jika dia keras kepala, aku jg bisa keras kepala. Knp dia tidak bisa mengerti perbedaan antara mengadopsi & memiliki bayi sendiri?
Mukhta menelfon Meethi utk mengundang Meethi & Akash makan malam besok di rumahnya, Meethi hanya menjawab "hmm" dan mematikan ponselnya tanpa mengucapkan "bye Mukhta" sprti biasa. Mukhta terkejut dengan sikap Meethi.
Damini memutuskan utk menelfon Akash, suasana hati Akash sedang buruk memikirkan masalah adopsi anak.
Damini : Meethi sdh mengatakan segalanya, aku ingin jwbnmu skrg.
Akash : Aku sdh memberikan jwbnku pd Meethi. Aku tidak setuju utk mengadopsi seorang anak. Aku ingin punya anak sendiri.
Damini : Baiklah, aku sdh dpt jwbnnya. Semoga keinginanmu terkabulkan. Apa kau ingin bicara pd Meethi?
Akash : Aku mau kalau dia jg mau bicara denganku.
Damini memberikan ponselnya pada Meethi, mereka sama-sama diam.
Meethi : Hmm. Aku matikan telfonnya ya Akash.

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

SINOPSIS VEERA episode 662


SINOPSIS SERIAL TV



 SINOPSIS VEERA episode 662
 Di rumah Balwant, Balwant mencoba bertanya pada Bansuri “Bansuri, kenapa kamu melayani kak Manjeet seperti itu, sedangkan kamu tidak suka dengannya dan tidak pernah bertemu dengannya dalam kurun waktu yang begitu lama” Bansuri tersenyum “Suamiku, aku hanya melakukan tugasku saja” Balwant langsung tertawa terbahak bahak dan berkata “Apa kamu bilang ? Kamu bicara tentang tugas ?” Bansuri mulai kesal dan menangis “Kamu memang tidak pernah mempercayai aku !” Balwant masih tertawa “Aku hanya bercanda, Bansuri ,,, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, kamu ini menjadi sangat aneh” sindir Balwant
“Aku tidak akan membiarkan siapapun bertanya padaku !” bathin Bansuri dalam hati

Saat itu Baldev pulang kerumah, Veera pun terbangun “Sudah tidur saja, Veera” ujar Baldev “Apakah kamu sudah makan ?” tanya Veera cemas “Aku kan sudah bilang padamu kalau aku akan makan diluar” Veera tertegun “Jadi kamu sudah makan ?” Baldev mengangguk, Veera langsung marah “Kamu tahu, sedari tadi aku menunggu kamu dan kamu malah makan di luar ?” Baldev bingung “Memangnya apa yang terjadi ? Kenapa kamu marah ?” tanya Baldev heran “Karena kamu tidak mempedulikan aku ! Kamu tahu, tadi bibi Manjeet mengambil piringku yang berisi makanan dan menggerutu padaku dengan perasaan kesal sehingga aku tidak bisa makan sementara kamu sudah makan diluar !” Veera benar benar merasa kesal
Tak lama kemudian Baldev tertidur dan terbangun karena suara alarm di ponsel Veera “Kenapa Veera menyetel alarmnya jam 5 pagi ?” Baldev segera mematikan alarmnya dan melihat alarm yang lain mulai berdering, Baldev segera membangunkan Veera “Veera, kenapa kamu membunyikan begitu banyak alarm ?” Veera bergegas berusaha untuk mematikan alarm itu satu per satu dan berkata “Aku memang sengaja membunyikan alarm karena bibi Manjeet meminta aku bangun pagi pagi sekali lalu menunggu kamu pulang hingga malam hari untuk makan malam dan bersikap seperti dia” Baldev tertawa begitu mendengar ucapan Veera “Lalu kamu akan mandi pada jam segini ?” Veera mengangguk sambil berkata “Aku tidak diijinkan pergi ke dapur tanpa mandi terlebih dahulu” Baldev tertegun “Aku akan bicara dengan ibu, sudah lupakan saja !” Veera menggeleng “Sudah biarkan saja, Baldev ,,, ini akan berlangsung beberapa hari saja dan aku bisa menghadapinya” Baldev teringat pada ucapan Veera dan merasa sedih sambil berkata “Hanya tinggal 2 minggu saja” ujar Baldev
Ranvi mendengar Gunjan sedang mengobrol dengan dokter dan mengadakan janji ketemuan lagi, ketika Gunjan berbalik, dilihatnya Ranvi sudah sedang berdiri disana “Dengan siapa kamu bicara, Gunjan ?” Gunjan kembali berbohong ke Ranvi dan Ranvi sangat mengkhawatirkan kebohongan Gunjan “Kenapa Gunjan selalu berbohong padaku ? Kalau dia melakukan serangkaian test di rumah sakit ?” bathin Ranvi cemas
Di rumah Balwant, Veera sedang memasak makanan, karena terlalu pagi bangun, Veera pun mengantuk dan tertidur di dapur, tanpa disadarinya makanan yang dibuatnya pun gosong, saat itu Manjeet memasuki dapur dan langsung membentak Veera, Veera kaget ketika melihat masakanannya gosong “Kamu itu sangat ceroboh !” bentak Manjeet “Kalau aku tidak datang tepat waktu, maka kamu bisa saja membakar rumah ini !” Veera meminta maaf pada Manjeet “Aku akan memberikan pelajaran padamu hari ini dan memanggil semua orang !” Veera menangis sedih sambil bertanya “Apa yang aku lakukan, bibi ?” saat itu Bansuri menemui mereka dan bertanya “Ada apa ini ?” Manjeet menatap marah ke arah Bansuri
“Kenapa kamu membiarkan Baldev menikahi gadis semacam dia, dia itu tertidur di dapur dan menggosongkan makanannya !” Veera mencoba membela diri, Manjeet malah membentak lebih keras lagi, Bansuri meminta maaf pada kakak iparnya “Aku minta maaf, kakak ,,, aku yang akan mengurusi dapur” Veera menggeleng “Tidak, aku akan memasak lagi, ibu” Bansuri bersikeras mengurusi dapur dan meminta Veera untuk keluar saja dari dapur, Baldev yang juga ada disana meminta Manjeet untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat disana,




Manjeet menyindir Bansuri karena telah membuat Veera menjadi menantunya dan bertanya pada Baldev tentang Veera yang menikahi dirinya dengan cara menipu Baldev “Aku tidak tahu kenapa ada seseorang yang mau menikah dengan gadis seperti itu ?” sindiran Manjeet membuat Baldev sedikit kesal “Kakak, Veera itu gadis yang baik, jangan marah padanya, berikan dia waktu” sela Balwant yang tetap membela Veera, kemudian Balwant meminta Bansuri untuk membawa Manjeet kembali ke kamar “Bansuri, sebenarnya apa yang kamu inginkan ? Apakah kamu ingin Veera tetap disini dan menghancurkan keluarga kita ?” sindir Manjeet “Tidak, kakak” sahut Bansuri “Kalau begitu kita harus membebaskan diri dari dirinya” ujar Manjeet ketus, saat itu Balwant mencoba menghibur Veera dan memintanya untuk beristirahat, Veera bergegas kembali ke kamarnya,
Sementara itu Ranvi membawa sebuah poster seorang bayi dan menyimpannya di lemari “Aku akan bertanya pada Gunjan hari ini, dia telah menyembunyikan begitu banyak hal” ujar Ranvi, saat itu Gunjan datang dan melihat poster bayi itu “Ini adalah sebuah hadiah untukmu !” Gunjan melihat poster bayi itu dan berkata “Bagus juga” ujar Gunjan sambil tersenyum, ketika Ranvi hendak bertanya sesuatu, tiba tiba ponsel Gunjan berdering “Ibu menelfon !” Gunjan segera mengangkat telfonnya “Iya, ibu ,,, aku tahu bibi Manjeet, aku akan datang kesana bareng Ranvi hari ini” kemudian Gunjan memberitahu Ranvi tentang bibi Manjeet dan meminta Ranvi untuk bersiap siap untuk pergi kesana menemui bibinya Gunjan “Kamu saja yang pergi, aku ada pekerjaan” ujar Ranvi malas “Baiklah, aku akan pergi kesana” kemudian Gunjan berlalu dari sana “Dia selalu saja membuat alasan dan tidak mau membicarakannya tapi aku akan tahu kenapa kamu melakukan ini semua, Gunjan” ujar Ranvi sedih
Veera sedang menangis dan sedang berusaha mengikat tangannya dengan kain, saat itu Baldev datang menghampiri Veera dan berusaha merawat Veera dengan baik “Berhentilah menangis, Veera” Veera merasa kesal “Tidak ada seorangpun dirumah ini yang menginginkan aku berada disini ! Bahkan tidak juga kamu, Baldev !” Baldev menggeleng “Ini tidak benar, Veera ,,, maksudku kamu bisa tinggal disini” Veera menatap ke arah Baldev dengan tatapannya yang polos, Baldev tersenyum melihat sikap Veera yang polos, kemudian Baldev melirik kearah kalender dan berkata
“Aku mempunyai banyak keluhan dari kamu, aku tahu kalau itu bukan kesalahanmu, apapun itu yang terjadi, bibi Manjeet menegurmu, kamu telah melakukan semua tugas sebagai seorang menantu yang baik dan ,,,” Veera tersenyum mendengarnya dan bertanya “Dan ,,,” Baldev tiba tiba pergi begitu saja meninggalkan Veera, Veera berkata pada dirinya sendiri “Dia ingin aku tetap tinggal dirumah ini, cara kamu peduli padaku, itu menunjukkan kalau kamu mulai membaik, ketika aku harus meninggalkan rumah ini, kamu akan memegang tanganku dan mencegah kepergianku” Veera tersenyum senang karena dirinya memiliki secercah harapan baru

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya:

SINOPSIS VEERA episode 661


SINOPSIS SERIAL TV



SINOPSIS VEERA episode 661
 Di rumah Balwant, Manjeet akhirnya menceritakan pada Balwant dan Bansuri tentang bisnis pertaniannya yang sedang memburuk, dengan kata lain Manjeet meminta bantuan mereka “Baiklah, kami setuju, kami pasti akan membantu, kak ,,, kami akan melakukan semuanya untuk kakak” Manjeet tertegun dengan ucapan Bansuri yang langsung menyetujuinya “Apakah kamu benar benar serius, Bansuri ? Apakah ucapanmu ini benar benar dari hatimu yang paling dalam ?” Bansuri mengangguk “Kalau begitu aku tidak khawatir lagi sekarang” Manjeet tersenyum senang

Sementara itu Gunjan sedang ngobrol dengan resepsionis klinik dokter via telfon ”Aku telah melakukan semua rangkaian test, tolong tanyakan pada dokter, apakah aku bisa datang sekarang ? Baiklah aku akan datang sekarang” saat itu Ranvi menemui Gunjan dan berkata “Gunjan, hari ini aku bebas, tadi pak manajer menelfon kalau kamu tidak usah latihan menari dulu” Gunjan tegang dan membuat alasan untuk bisa keluar dari rumah “Bagaimana kalau kita nonton film di bioskop ? Kamu kesana dulu untuk beli tiketnya, nanti aku menyusul” Ranvi setuju dengan ide Gunjan kemudian segera berlalu dari sana
Ketika Gunjan sampai diklinik ternyata dokter kandungannya membatalkan semua pertemuannya hari ini dengan pasien, dokter hanya meninggalkan pesan, jadi Gunjan tidak bisa bertemu dengan dokter hari ini, sementara itu Veera menelfon Baldev dan bertanya padanya apakah dia mau makan malam dirumah “Aku akan pulang segera” sahut Baldev “Apakah kamu akan pulang tepat waktu ?” tanya Veera cemas “Aku akan makan bersamamu dua kali hari ini tapi jangan biarkan perutmu kelaparan seperti kemarin !” Veera tersenyum dan mengakhiri telfonnya karena itu tandanya Baldev semakin perhatian padanya tanpa Baldev sadari sendiri
Saat itu Gunjan dan Ranvi sedang makan dirumah, Gunjan sangat menyukai acar dan memakannya dengan lahap “Gunjan, tidak usah makan terlalu banyak seperti itu” sela Ranvi “Ranvi bilang kalau badanmu sedang tidak enak badan” Gunjan mengangguk “Iya, itu karena Ranvi sangat mengkhawatirkan aku, bibi ,,, baiklah, aku tidak akan makan ini lagi” kemudian Gunjan berlalu dari sana “Ranvi, bibi tidak akan membuat acar yang pedas dulu dan menyembunyikan yang ini juga” ujar bibi Chaiji
“Bibi, kenapa dia tidak mengatakannya padaku ? Aku telah berusaha membuat perasaannya bahagia tapi dia tidak juga berubah, dia menyembunyikannya” bibi Chaiji juga merasa heran “Seharusnya Gunjan menyadari hal ini lalu dia akan menceritakannya padamu” Ranvi merasa sedih “Aku tidak bisa mengabarkan kebahagiaanku ini dengan menjadi seorang ayah bahkan dengan istriku sendiri, apakah aku harus bicara dengan ibunya ?” bibi Chaiji menggeleng “Tidak usah ! Gunjan itu sangat mencintai kamu, kamu hanya perlu bersabar saja dulu, Ranvi” Ranvi sangat sedih “Tapi aku tidak bisa sabar lagi, bibi” Ranvi pergi dengan perasaan kesal
Di rumah Balwant, Veera sedang menunggu kepulangan Baldev dan teringat pada ucapan Baldev, kemudian Veera mulai makan, Manjeet langsung menegur Veera “Bagaimana bisa kamu makan tanpa menunggu Baldev ?” Veera langsung membela diri “Tadi Baldev bilang padaku, agar aku makan dulu dan tidak usah menunggu dia” Manjeet semakin marah “Apakah kamu tidak tahu apa tugas seorang istri ? Seorang istri hanya boleh makan setelah suaminya makan !” bentak Manjeet “Jadi dengan kata lain sampai Baldev tidak pulang ke rumah dan makan maka kamu juga tidak boleh makan ! Jika dia pulang di pagi hari, maka kamu akan lapar sampai pagi juga ! Kamu ini juga harus mengikuti semua ritual yang ada karena hal ini untuk keselamatan suamimu sendiri !” Veera menyela ucapan Manjeet
“Jaman sudah berubah, bibi ,,, jadi apa perlunya mengikuti tradisi seperti itu ?” Veera berusaha mendebat ucapan Manjeet, Manjeet semakin membentaknya dengan keras “Bibi, aku tidak ingin kurang ajar padamu” saat itu Bansuri menemui mereka dan bertanya “Ada apa ini ?” Manjeet kelihatan sangat marah “Bansuri, apakah kamu tidak mendidik menantumu ini beberapa peraturan yang berlaku disini ? Lalu untuk apa tradisi dibuat untuk sejumlah alasan ? Selama aku berada disini, semua orang harus mengikuti kata kataku atau katakan padaku kalau kalian tidak suka, maka aku akan membawa semua barang barangku dan segera angkat kaki dari rumah ini !” Bansuri kaget, sedang Veera hanya memperhatikan saja, Bansuri kemudian meminta Veera untuk menuruti semua ucapan Manjeet, Veera bergegas menyusul Manjeet untuk meminta maaf





Di rumah Ranvi, Ranvi sedang merapikan bantal bantal di atas tempat tidur “Ranvi, buat apa kamu beli bantal yang baru lagi ?” tanya Gunjan heran “Aku hanya ingin kamu merasa nyaman, itu saja” Gunjan lalu beristirahat dan merasakan bantal itu “Apakah kamu bahagia, Gunjan ?” Gunjan mengangguk “Iya, aku bahagia” Ranvi menyela “Apakah kamu mengkhawatirkan sesuatu ?” Gunjan menggeleng “Tidak ada !” Gunjan tetap bungkam soal kehamilannya, Ranvi sangat sedih, Gunjan merasa menyesal karena telah menyembunyikan permasalahannya ini dari Ranvi, lalu Gunjan berbalik kesisi sebaliknya
Manjeet sedang berisitirahat di kamarnya, Bansuri datang menemuinya dan berkata “Kakak, aku akan melakukan semua pekerjaan kakak” Manjeet menyela “Veera itu menantuku juga, aku akan mengatakan padanya apa pekerjaannya” Bansuri lalu pura pura bersikap manis ke Manjeet karena Bansuri sebenarnya takut pada Manjeet “Aku akan melihat apakah Veera akan mematuhi ucapan kakak ?” Manjeet tertegun “Kenapa kamu berbaik baik padaku seperti ini seakan akan kamu ini takut padaku” Bansuri kemudian memijat kaki Manjeet padahal tangannya sedang sakit, Balwant yang melihat mereka dari kejauhan, mulai bertanya tanya, Manjeet bertanya tentang Veera
“Apakah dia telah melayani ibu mertuanya dengan bekerja sepanjang hari ? Pergilah dan suruh dia kemari !” Bansuri menyela “Bukan begitu, kakak ,,, Veera itu tidak tahu caranya bekerja dengan baik” Manjeet semakin heran “Lalu bagaimana kamu bisa mendapatkan menantu seperti itu untuk Baldev ?” Bansuri pun menyahut “Aku tidak menginginkan hal ini tapi Baldev jatuh cinta pada gadis itu dan Balwant juga sangat menyukainya, aku sendiri berharap agar gadis ini bisa segera keluar dari rumah ini” Manjeet mulai mengerti “Sekarang aku harus melakukan sesuatu” Bansuri menyela “Aku sudah mencoba banyak hal, tapi selalu saja gagal, mungkin rencanamu akan berhasil, kak” Manjeet mulai berfikir “Rencanaku harus berhasil ! Dan hal ini juga untuk memperbaiki semua kesalahanku !” bathin Manjeet SINOPSIS VEERA episode 662 by. Sally Diandra

BACA JUGA SELANJUTNYA





LIKE FANS PAGE INI UNTUK UPDATE SINOPSIS YA

Artikel keren lainnya: