Beranda · SINOPSIS · TOKOH · ARTIKEL


SINOPSIS THAPKI EPISODE 306




SINOPSIS SERIAL TV



SINOPSIS THAPKI EPISODE 306
.::.
Cutkhi pergi ke batkhi dan
berbicara tentang bihaan, dan
bau ji.
Cutkhi berkata "shraddha tidak ada dengan kita, ketika ayah terluka."
Batkhi mengatakan "itu berarti shraddha melakukan ini, bagaimana kita akan membuktikan ini."
Cutkhi mendapat ide dan
mengatakan "kita akan
menyelidikinya.
"
Cutkhi mencatat nama shraddha
dikertas.
Cutkhi mencatat nama sanjay dan
ashwin juga, dan batkhi menulis
namanya sendiri.
Batkhi melihat cutkhi dan berkata "kau meragukanku, bagaimana berani kau?"
Batkhi mengatakan "kau juga tidak ada pada waktu itu."
Batkhi menulis nama cutkhi.
Cutkhi berkata "bagaimana kita akan mengatasi ini, kali ini kita akan bekerja bersama-sama, hapus nama kita."
Batkhi mencoret nama mereka.

Thapki mencoba mengatur
pengacara dan meminta bihaan
tidak perlu khawatir, dia akan
memanggil pengacara yang baik.
Seorang pengacara datang.
Pengacara datang dan menemui
dhruv.
Thapki dan bihaan melihatnya.
Dhruv berkata "kau tahu tentang kasus ayahku, kini semuanya ada di
tanganmu."
Pengacara mengatakan "jangan khawatir, aku akan memenangkan kasus ini."
Asisten berkata "bapak sudah
memenangkan 99 kasus sampai
sekarang, ini akan menjadi yang ke
100."



Pengacara lain datang dan
menemui thapki.
Pengacara berkata "aku datang untuk melawan kasus bihaan."
Thapki meminta pengacara untuk
meludah sirih di kamar mandi.
Dhruv mengatakan "aku sedang melihatmu mendukung yang salah untuk pertama kalinya, masih ada waktu, biarkan pelakunya dihukum."
Thapki berkata "aku minta maaf pak, bapak menyalahkan bihaan yang belum terbukti, dia bukan pelakunya, kejahatan bihaan ini tidak terbukti."
Dhruv mengatakan "bagiku ini terbukti, aku telah melihat kebenarannya."
Shraddha melihat mereka.
Thapki berkata "baiklah, kau bisa dengan kebenaranmu."

Thapki berdebat dengan dhruv.
Thapki berkata "baiklah, kita akan
bertarung dengan kebenaran kita."
Dhruv mengatakan "itu akan terjadi."
Shraddha melihat.
Shraddha berkata "maaf ayah, aku
berharap ini tidak pernah terjadi
sebelumnya, yang bagus, semuanya
baik-baik saja dan akan berakhir
dengan baik."

Pengacara memperkenalkan
dirinya sebagai Lallan Tiwari.
Pengacara thapki berkata "aku siap untuk melawan kasus bihaan."
Dhruv dan shraddha senyum.
Thapki mengatakan "aku akan membawakan teh untukmu."
Thapki meminta bihaan untuk
membawa pengacara ke lantai
atas.

Bihaan berkata "pengacara Lallan kau harus membuat pelakunya dihukum."
Lallan meminta bihaan untuk
melakukan apa yang dia katakan.
Lallan mengatakan "beritahu hakim bahwa ayahmu memperlakukan mu dengan buruk."
Bihaan bertanya"omong kosong apa ini?"
Lallan berkata "ya, kau harus mengatakan Balvinder adalah penjahat besar, dia membuat mu menjadi jahat."
Bihaan marah dan mengatakan "tutup mulutmu."
Thapki datang dan bertanya "apa yang terjadi?"
Bihaan berkata "dia menghina ayah."
Thapki mengatakan "dengarkan dia sekali saja, kita hanya memiliki satu pengacara."
Lallan berkata "aku datang untuk
menyelamatkanny
a, dia memarahiku, kita harus menghina
Balvinder untuk menyelamatkan
bihaan."
Thapki marah dan menampar
Lallan.
Thapki berkata "ini adalah rumah ayah, tidak ada kata yang harus
dikatakan untuk melawan dia, kau
dapat meninggalkan tempat ini."
Lallan pergi.

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

Lonceng Cinta Episode 13 (Tayang Sabtu , 17 September 2016)




SINOPSIS SERIAL TV



 Lonceng Cinta Episode 13 (Tayang Sabtu , 17 September 2016)
Sinopsis Lonceng Cinta ANTV Episode 13 Tayang Sabtu , 17 September 2016 -Daaljeet berbicara dengan teman Daadi yang seorang perantara pernikahan, dia ingin mencarikan seorang lelaki untuk Pragya dan Daljeet memberitahukan bahwa pernikahan Pragya kembali batal. Teman Daadi itu berkata jika sebaiknya Pragya mendapatkan seorang lelaki berumur atau duda.
Baca : Daftar Sinopsis Lonceng Cinta Episode 1 - 100
Daadi menelpon temannya dan mengingatkannya utuk mencari gadis yang direkomendasikannya. Temannya berkata bahwa dia sedang bersama keluarga gadis yang pernikahannya batal dan akan menelponnya nanti. Daadi pun setuju dan berbicara dalam hati bahwa dirinya pasti menemukan gadis yang cocok untuk Abhi.
Aaliya mendatangi Purab di kamarnya, Aaliya berkata bahwa mereka harus berbicara dan kamar Purab adalah tempat yang sesuai. Aaliya mulai menunjukkan antingnya pada Purab. Semantara Bulbul mendatangi rumah Purab dan mendengar percakapan Purab dengan Aaliya di kamar. Aaliya mengatakan jika dirinya sangat sulit menghabiskan waktu setahun dan keluarganya ingin mereka segera menikah, Bulbul melihat Aaliya memeluk Purab, Bulbul pun pergi dengan sedih.
Aaliya terus berbicara pada Purab. Aaliya mengatakan jika Purab adalah obsesinya dan tidak percaya Purab akan meninggalkannya demi orang lain. Aaliya kembali berkata bagaimana bisa Purab kan menikah dengan wanita murahan dan menjaganya di dalam kantornya. Aaliya bertanya “kau beri dia gaji u ntuk kerja atau kau ‘menikmatinya’??”. Purab pun menampar kelancangan Aaliya dan memintanya menjaga sikap. Aaliya marah dan berkata bahwa dirinya akan menghancurkan kehidupan Purab.
Suresh melihat Pragya sedang menunggu bajaj, Suresh menghentikan skuternya dan dia memandang Pragya tapi Pragya tidak mau menatapnya lalu Suresh pun beranjak pergi. Kemudian Pragya melihat dua anak kecil sedang bertengkar di seberang jalan, Pragya menghampiri mereka dan  bertanya. Anak2 itu menjawab mereka kehilangan ayahnya yang diliatnya di kuil terakhir kali.
Sinopsis Lonceng Cinta ANTV Episode 13 Tayang Sabtu , 17 September 2016
Raj menelpon ibunya (Pammi) dan mengatakan bahwa dirinya tidak menemukan anak2nya. Pammi pun menduga jika anak2 itu diculik. Abhi mendengar percakapan bibinya dan ganti berbicara dengan Raj, Abhi meminta Raj untuk tidak khawatir karena  dirinya akan meminta komisaris polisi mencari anak2nya.
Raj kemudian melihat Pragya memasukkan dua anaknya ke dalam taksi Raj memanggilnya dan menuduhnya penculik anak, Raj berniat melaporkan Pragya pada polisi. Pragya pun berkata jika dirinya akan melapor balik tentang Raj yang telah mengabaikan anak2nya. Lalu Pragya beranjak pergi dengan keadaan marah hingga hampir tertabrak mobil Abhi. Abhi bertanya mengapa sang sopir menghentikan mobilnya. Sang sopir menjawab jika ada gadis yang tiba2 menyebrang di depan mobil. Abhi melihat dari kaca jendela dan melihat Pragya yang memunggunginya, Pragya sedang memunguti barang2nya yang terjatuh tadi.
Abhi menghampiri Raj dan anak2nya. Dia bertanya bagaimana Raj menemukan mereka. Raj mengatakan jika seorang gadis hendak menculik mereka dan saat dirinya hendak menangkap gadis tersebut, gadis itu bersikeras memarahinya dan kemudian pergi. Abhi melihat banyak orang berkerumun karena mengenalinya, Abhi mengajak Raj dan anak2nya masuk ke dalam mobil.
Dalam perjalanan Abhi bertanya pada keponakan2nya seperti apa penculiknya tadi, anak2 itu menjawab dengan lelucon bahwa penculiknya terlihat mengerikan dan memberinya makan pani puri.
Teman Daadi mendatangi Daadi dan menginformasikan jika pernikahan gadis yang dipilih oleh Daadi untuk Abhi telah batal. Daadi berkata bahwa itu berita bagus, lalu Daadi menanyakan nama gadis tersebut. Teman Daadi menjawab namanya ‘Pragya’. Daadi merasa senang dan berharap semoga Pragya yang ini bisa sama dengan Pragya yang dikenalnya. Daadi pun meminta temannya membawakan foto Pragya.
Bulbul berjalan dengan sedih, dia teringat semua ucapan Aaliya pada Purab tentang pernikahan mereka, dia lalu terduduk di sebuah taman dan menangis, Bulbul mengingat awal perkenalannya dengan Purab. Ponselnya berbunyi dan Purab yang menelponnya. Purab menanyakan keberadaannya tapi Bulbul berkata bahwa dirinya sudah mengetahui semuanya. Bulbul bertanya kenapa Purab mengkhianatinya dengan menyetujui untuk menikahi gadis lain. Bulbul mengatakan jika dirinya mendatangi rumahnya dan melihatnya dengan Aaliya. Bulbul meminta Purab untuk tidak menemuinya lagi.
Aaliya melaju kencang dengan mobilnya dan mengingat saat Purab menamparnya.
Daaljeet kembali berbicara dengan teman Daadi, dia menginformasikan jika mereka hanya menunggu persetujuan dari pihak mempelai laki2. Teman Daadi juga mengatakan jika pihak mempelai laki2 meminta foto Pragya. Daaljeet menyuruh Purvi mengambil foto Pragya. Kemudian Rachna datang dan berkata bahwa dia datang untuk mengambil tas nya. PPragya lalu membawanya masuk ke kamar dan bertanya mengapa mereka harus pergi sekarang. Rachna mengemasi barang2nya dan berkata jika dirinya akan tinggal di rumah Suresh hingga mereka mendapat sebuah rumah.
Bulbul pulang, teman Daadi juga meminta foto Bulbul dan akan membantunya mencarikan lelaki yang cocok untuk Bulbul. Daaljeet berkata Bulbul akan memiliki pernikahan penuh cinta. Bulbul membalas jika dirinya akan merencanakan pernikahannya sendiri, Bubul lalu beranjak pergi ke kamarnya dengan sedih.
Daadi melihat foto Pragya bersama temannya, Daadi merasa bahagia karena melihat foto adalah Prgya yang sama dengan yang dikenalnya. Aaliya melintas dan Daadi memanggilnya. Daadi memintanya melihat foto calon istri Abhi tapi Aaliya malah mengomel, Daadi pun menunjukkan foto Pragya dan Aaliya terkejut. Aaliya bertanya bagaimana bisa neneknya memilih gadis itu. Daadi tahu jika pernikahan Aakash batal karenanya tapi Daadi berkata jika Pragya gadis jujur dan meminta Aaliya tidak berbicara buruk tentang Pragya.
Aaliya pergi ke kamarnya dan berpikir betapa liciknya Pragya dan Purab serta neneknya ada dibawah perangkapnya. Aaliya juga berpikir bahwa Pragya sangat serakah dan suka menjebak lelaki2 kaya. Aaliya berencana membiarkan Pragya menikah dengan Abhi untuk membalas dendam pada Pragya.
Daaljeet menyuruh Purvi memilah2 foto2 lelaki yang menyukai dan tidak menyukai Pragya, lalu Daaljeet menerima telepon dari seorang lelaki yang menolak Pragya, Daadi marah dan mengomelinya. Pragya datang sambil membawa surat deposito Suresh dan Pragya meminta Purvi memberikannya kembali pada Suresh. Daadi meminta Purvi melempar kertas itu di muka Suresh.
Mitali menghampiri Pammi dan meminta uang untuk mengisi ulang pon selnya. Pammi pun mengomelinya. Kemudian Abhi, Raj dan anak2nya datang. Pammi pun memarahi Raj untuk kecerobohannya.
Bulbul melamun di dapur, Pragya melihatnya dan berpikir bahwa mulai sekarang dirinya tidak akan membuat orang disekelilingnya sedih. Pragya pun bertanya mengapa Bulbul terlihat tegang. Bulbul menceritakan semua bahwa Purab telah menggoda gadis lain.Pragya terkejut mendengarnya. Pragya ingin Bulbul menunjukkan semua SMS Purab. Pragya membacanya dan kemudian meminta Bulbul untuk memberi kesempatan pada Purab sekali lagi. Pragya berkata bahwa dirinya tidak ingin melihat Bulbul menanggung rasa sakit. Bulbul memeluknya dan menangis.
Baca : Daftar Sinopsis Lonceng Cinta Episode 1 - 100
Abhi menemui Aaliya dikamarnya dan melihatnya menangis sambil menatap foto Purab, Aaliya berkata bahwa Purab telah menipunya dan berselingkuh dengan gadis lain. Aaliya mengatakan Purab sudah mempermainkan perasaannya. Aaliya menunjukkan foto Pragya pada Abhi dan berkata bahwa gadis inilah yang telah berselingkuh dengan Purab.
Abhi terkejut melihat foto Pragya dan berkata jika gadis ini sering membuat masalah dengannya dan sekarang berselingkuh dengan Purab. Aaliya mengiyakan dan berkata bahkan sekarang gadis ini akan menikah dengan Abhi. Aaliya berkata bahwa Purab adalah sahabatnya dan sekarang menipunya. Aaliya menangis dan memeluk Abhi. Abhi lalu menelpon Purab dan memintanyanuntuk datang kerumahnya sekarang.
Purab termenung dan setelah Abhi menelponnya dia berpikir jika sangat bagus kalau Aaaliya sudah menceritakan semuanya pada Abhi.
Abhi berjalan tergesa2 menemui Purab yang telah sampai dirumahnya, Aaliya memohon agar Abhi tidak membahayakan keadaan Purab karena dirinya sangat mencintai Purab. Abhi tidak peduli dan terus berjalan menghampiri Purab. Abhi menanyakan semua yang telah dikatakan Aaliya dan berharap semua itu tidak benar, tapi Purab berkata bahwa Aaliya mengatakan kebenarannya dan Purab meminta maaf pada Abhi karena telah menyakiti Aaliya. Purab berkata jika sebenarnya dirinya tidak ingin menyakiti Aaliya tapi dirinya tidak tau sejak kapan dirinya mulai mencintai gadis lain.
Abhi menghampiri Purab dengan geram  dan menamparnya hingga berkali2 serta menghujatnya, Abhi berkata bahwa dirinya hanya mencintai 3 orang dikehidupannya yaitu Purab, Aaliya dan neneknya. Abhi pun berusaha mencekik Purab, Aaliya memintanya melepaskan Purab karena dirinya sangat mencintai Purab. Abhi berkata bahwa gadis yang dicintai Purab hanya menginginkan hartanya. Purab berkata dirinya tidak mempercayai ucapan Abhi. Abhi kembali mencekiknya. Raj, Aajay dan yang lain berusaha melerainya. Abhi pun kemudian menyeret Purab keluar dari rumahnya. Pammi oun senang melihat adegan tersebut. Abhi berkata agar Purab tidak menunjukkan wajahnya lagi dan kemudian Abhi kembali masuk dan membawa paksa Aaliya.
Pammi merasa senang  karena Abhi telah menendang Purab dari rumahnya dan berpikir bahwa sekarang anaknyalah ya g akan mengurus uang Abhi.
Pragya sedang merawat ibunya dan memberikan obat, Bulbul bergerak masuk ke dalam kamar juga sambil membawakan jus. Mereka mencoba bercanda agar Sarla tidak bersedih tapi Sarla masih saja tidak tersenyum. Pragya meminta ibunya untuk tidak terlalu stres. Sarla diam saja dan tidak menjawab. Pragya pun berlari pergi ke kamarnya dan menangis. Bulbul sendiri memandang ibunya dan kemudian memeluknya sambil menangis.





Pragya menangis di kamarnya, dan berucap mengapa Tuhan memberinya rasa sakit, Pragya juga berkata akan menikah dengan siapapun yang diinginkan ibunya karena Pragya tidak ingin melihat ibunya sedih seperti saat ini. Ponselnya berbunyi, Purab menelponnya dan meminta membantunya bertemu dengan Bulbul, Purab berkata bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa Bulbul. Pragya berkata akan mencobanya.
Aaliya menenangkan Abhi yang terus ‘minum’. Abhi berkata bahwa dia tidak bisa melihat tipuan Purab. Aaliya berkata bahwa Purab dibawah pengaruh Pragya. Pragya telah mencuci otaknya untuk uang. Aaliya meminta Abhi mau menikah dengan Pragya. Tapi Abhi berkata jika dirinya tidak bisa menikah dengan orang yang telah mem fitnahnya dan telah mengambil temannya. Abhi berjanji akan mencarikan lelaki yang lebih baik daripada Purab. Aaliya menolak karena dirinya hanya mencintai Purab dan tidak bisa memikirkan orang lain. Abhi pun bertanya apa yang di inginkan Aaliya sekarang. Aaliya b erkata bahwa dirinya ingin Purab kembali ke dalam kehidupannya dan itu akan terjadi jika Pragya meninggalkannya, Aaliya berpendapat bahwa Pragya akan meninggalkan Purab ketika dia mendapatkan lelaki yang lebih kaya dari Purab, Aaliya berkata bahwa Abhi adalah lelaki kaya.
 Abhi menolak keinginan Aaliya, Aaliya pun mulai menunjukkan emosionalnya dan berkata bahwa dirinya berpikir Abhi akan melakukan apa saja untuknyan tapi ternyata Abhi membuktikan bahwa dugaannya salah. Aaliya pergi dari kamar sambil menangis. Abhi pun merasa marah dan menutup pintu dengan membantingnya.
Pragya dan Bulbul sama2 berbaring dan saling memunggungi, mereka sama2 terjaga dengan pikiran masing2 tentang Suresh dan Purab. Bulbul lalu keluar kamar menemui Daljeet yang juga belum tertidur, mereka mengobrol, Pragya mendengarkan percakapan mereka.
Sinopsis Lonceng Cinta ANTV Episode 13
Abhi teringat ucapan Aaliya, lalu dia juga teringat masa kecil Aaliya dimana dirinya selalu membela Aaliya.Abhi juga mengingat dima dia pernah memberikan hadiah pada Aaliya dan berkata jika dirinya akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan Aaliya.
Abhi menuju kamar Aaliya dan melihat Aaliya melamun di balkon. Abhi menghampirinya dan berkata bahwa dia akan menghapus air mata di wajah Aaliya. Abhi setuju untuk menikah dengan Pragya dan Aaliya pun merasa senang mendengar ucapan kakaknya. Abhi lalu bertanya apa yang akan dikatakannnya pada Tanu. Aaliya berkata bahwa dirinyalah yang akan meyakinkan Tanu.. Aaliya berkata setelah satu tahun, Abhi bisa menceraikan Pragya dan menikahi Tanu. Aaliya mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Abhi dan memeluknya.
Daaljeet melihat Sarla terduduk dengan sedih, Daaljeet dan Purvi pun menghiburnya dengan lelucon2. Teman Daadi datang dan mengabarkan bahwa pihak mempelai laki2 telah menyetujui pernikahannya. Sarla merasa bahagia dan menanyakan nama calon suami Pragya. Teman Daadi memintanya untuk memberinya manisan terlebih dahulu. Sarla yang bergembira pun menuju dapur untuk menyiapkan halwa.
Pragya masuk ke kamar sambil melamun, dia teringat kebahagiaan ibunya atas pernikahannya. Pragya menatap jendelam kamarnya dan hendak membukanya tapi dia teringat kembali ucapan Suresh dan juga saat ibunya menyeret Suresh keluar dari rumahnya. Pragya pun berpikir akan menikah demi kebahagiaan ibunya.
Tanu marah pada Aaliya karena Abhi menolaknya dan akan menikah dengan orang lain, Aaliya berkata jika ini keputusan neneknya dan Abhi tidak bisa menolak. Aaliya lalu menunjukkan foto Pragya dan berkata bahwa Abhi akan menikahi wanita kuno tersebut dan akan menceraikannya setahun kemudian. Setelah itu Tanu bisa menikah dengan Abhi. Aaliya berani menjamin bahwa Abhi akan kembali dalam kehidupan Tanu setelah 1 tahun.
Abhi sedang dalam perjalanan dan saat mobilnya berhenti dia melihat dua anak berebut es krim, dia mengingat masa kecilnya bersama Purab. Abhi berpikir untuk memberikan apa yang mereka inginkan. Abhi turun dari mobil dan berjalan menghampiri dua anak tersebut tapi Pragya mendahuluinya, Pragya menyuruh dua anak itu berbagi es krim. Setelah itu Pragya pergi naik bajaj sebelum Abhi bisa melihat wajahnya.
Purab menghadang Pragya saat akan pulang dan berkata jika Bulbul tidak menerima telponnya. Pragya berkata bahwa terjadi banyak ketegangan dirumah mereka sehingga Bulbul pun tidak berbicara padanya juga. Kemudian Aaliya melintas dan melihat mereka berdua. Aaliya pun berpikir jika sekarang Pragya sedang menipu Purab setelah neneknya menyetujui lamaran pernikahannya dengan Abhi.
Tanu menemui Abhi dan berbicara, Abhi berkata bahwa dirinya bersedia menikah demi kebahagiaan Aaliya. Tanu pun bisa memahaminya. Aaliya datang dan berkatan bahwa pembicaraan mereka telah selesai. Tanu berkata bahwa dia datang hanya untuk bertemu Abhi sekali sebelum pergi.
Aaliya menemui Daadi dan berkata bahwa Abhi menerima lamaran pernikahannya. Daadi pun merasa senang. Lalu Aaliya mengajak Daadi menemui Abhi. Daadi bertanya apakah Abhi bersedia menikah dengan gadis pilihannya. Abhi menjawab ‘iya’. Daadi berkata bahwa Abhi telah membuat kehidupannya bahagia dengan menjawab iya.
Tayang Sabtu , 17 September 2016
By :  ARIN

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

Mohabbatein Episode 48 Part 3 (Tayang Sabtu , 17 September 2016)




SINOPSIS SERIAL TV



Mohabbatein Episode 48 Part 3 (Tayang Sabtu , 17 September 2016) Raman berada di parkiran mobil dan sedang berbicara di telepon dengan Pathak. Raman lalu melihat Ishita, Madhavi, Vishwa dan Toshi hendak pergi tapi sepertinya ban mobil Ishita kempes. Raman pun mengakhiri pembicaraan dengan Pathak. Pathak sendiri setelah menutup telepon, dia berbalik dan terkejut melihat Mihika di belakangnya. Sementara Raman pun menawarkan bantuan pada Ishita tapi Ishita tidak  memperdulikannya dan memilih mencari taksi.
Mihika datang ke rumah pathak untuk memberikan baju2 Trisha. Mihika pun menghakimi Pathak karena mendukung Raman. Pathak berkata jika ini profesinya dan dirinya akan melakukan apa saja untuk Raman. Pathak pun bergegas pergi.
Ishita menunggu taksi, penjaga keamanan mengatakan pada Ishita bahwa tidak akan ada taksi yang lewat. Mobil Raman melintas dan kembali menawarkan tumpangan. Semua terdiam, hingga Vishwa mengatakan bahwa mereka sudah terlambat. Madhavi lalu mengajak Ishita untuk ikut dengan mobil Raman. Toshi menunggu keputusan Ishita dan Ishita pun akhirnya memilih ikut pergi bersama mobil Raman.
Di dalam perjalanan, Ishita melihat Raman mereject panggilan telepon Shagun. Beberapa saat kemudian mereka sampai di pengadilan. Saat akan turun, saree Ishita tersangkut di mobil Raman dan Raman membantu melepaskannya. Saat akan pergi, Raman memanggil Ishita tapi Pathak menelponnya dan Ishita bergegas pergi.
Raman masuk ke pengadilan dan menemui Pathak, tak lama kemudian Shagun datang dan berbicara dengan Raman. Shagun lalu memegang tangan Raman dan Raman juga memegang tangan Shagun agar Shagun tidak merasa gugup. Ishita dan yang lain masuk ke dalam ruangan dan melihat adegan tersebut. Vishwa dan Madhavi lalu berkata akan memanggil Kaur dan mereka keluar ruangan. Toshi pun memperingatkan Ishita tentang Shagun dan meminta Ishita terus berjuang untuk ibunya serta tidak membiarkan Shagun untuk menang (bravoooo Ny. Toshiii). Kaur kemudian datang dan Toshi menunjukkan Shagun pada Kaur, Kaur pun menenangkan Toshi yang sibuk mencemooh Shagun. Toshi lalu meneriaki Shagun dan mempermalukannya. Ishita dan Kaur pun menenangkan Toshi.
Hakim memasuki ruang sidang dan Kaur memulai tuntutannya. Simmi lalu datang dan ikut duduk bersama Raman. Toshi pun mengatakan pada Ishita bahwa Simmi melakukannya untuk membalaskan dendam Parmeet. Ishita meminta ibu mertuanya untuk tidak memasukkannya dalam hati.
Hakim lalu meminta Shagun untuk maju ke depan. Kaur hendak mengatakan sesuatu tapi Shagun menyela dan mengatakan pada Hakim jika dirinya ingin menjelaskan sesuatu. Shagun lalu menceritakan keadaanya sebagai single parent, dia menjelaskan semuanya dan berkata bahwa keluarganya hancur. Shagun berkata masih sering menemui Raman karena dirinya adalah ibu dari anak2 Raman. Shagun mengatakan jika Ishita tidak tahan dengan ini semua dan membalas deadam padanya. Hakim mengatakan jika dirinya tidak memutuskan berdasarkan perasaan emosional tapi berdasarkan bukti, lalu Kaur membuka suara.
Kaur berkata bahwa Shagun adalah aktris yang hebat. Pathak merasa keberatan tapi Kaur menyuruhnya duduk karena dirinya belum selesai. Kaur menanyakan pada Shagun plat nomer mobilnya. Shagun memberitahu nomor tersebut. Kaur kembali bertanya apakah itu mobilnya. Shagun mengatakan Ashok menghadiahkannya untuk anak lelakinya yang berumur 12 th. Tapi Shagun mengatakan jika Ashok menjual mobilnya sebelum kecelakaan terjadi karena mobilnya bermasalah. Kaur merasa heran karena mobil baru sudah memiliki kerusakan.. Pathak mengajukan keberatannya tapi Hakim menolak. Kaur melanjutkan dakwaannya pada Shagun. Kaur bertanya siapa yang membawa Aditya ke sekolah. Shagun menjawab ‘sopir’. Kaur juga bertanya siapa yang membawa Shagun ke SPA, Shagun kembali menjawab ‘sopir’, tapi Shagun berkata bahwa dirinya tau cara mengemudi. Kaur pun bertanya jika Shagun tau cara mengemudi laku bagaimana bisa dia menabrak Madhavi. Pathak kembali menyela. Tapi Kaur kemudian menyuruh Shagun  kembali duduk. Kaur lalu berkata dirinya ingin memanggil Ravipal Singh sang pemilik baru mobil Shagun.  Lalu Ravipal dipanggil tapi tidak muncul.
Di sekolahnya, Ruhi sedang berdoa untuk Ishita dan Madhavi, begitu juga dengan Adityanyang mendoakan Shagun. Saat Ruhi berbalik, Ruhi melihat Aditya dan menyapanya. Ruhi lalu bercerita bahwa dirinya mendoakan Ishita dan neneknya. Ruhi berkata jika Ishita pergi ke pengadilan, dan Ruhi berharap Dewa menghukum orang yang telah menabrak neneknya.  Aditya meradang dan mengatakan jika Ishuta ingin mengirim ibunya ke penjara. Usai berbicara, Aditya bergegas pergi. Ruhi pun menangis.
Hakim berkata jika dirinya telah menunggu selama 15 menit. Kaur menjawab mungkin seseorang telah menghentikannya. Tiba2 Mihir datang dan memanggil Romi. Romi muncul sambil membawa Ravipal. Kaur pun mulai bertanya pada Ravipal.  Raman dan Shagun mulai kebingungan. Kaur terus berbicara dan membuktikan bahwa Ravipal sudah berbohong. Kaur mengatakan jika sebenarnya Ravipal adalah sopir Ashok.
Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 48 Tayang Sabtu , 17 September 2016
Shravan menikmati bekalnya dan melihat Ruhi hanya melamun. Shravan pun bertanya pada Ruhi. Mereka lalu mengobrol. Shravan memiliki ide untuk menyatukan Raman dan Ishita. Ruhi pun tersenyum.
Kaur masih berbicara, Ravipal pun akhirnya berkata jika dirinya tidak tahu apa dan hanya melakukan apa yang Ashok katakan. Shagun semakin panik dan Raman menenangkannya. Kaur lalu meminta Ravipal dibawa keluar. Romi dan Mihir membawanya keluar. Kaur juga meminta Shagun untuk maju ke depan lagi. Shagun pun merasa tegang.
Pathak menggelar pertemuan dengan Shagun dan Raman saat waktu istirahat. Mereka harus membuktikan bahwa Shagun tidak sedang ditempat kecelakaan tapi sedang bersama orang lain. Raman lalu bertengkar dengan Shagun
Madhavi sendiri membuka bekalnya dan menawarkan pada Toshi. Toshi juga menawari Ishita tapi Ishita menolak dengan halus. Ishita kemudian pergi ke kantin dan membeli air, dia bertemu dengan Raman.tapi hanya saling memandang. Simmi lalu datang dan berkata bahwa istirahat makan siang sudah berakhir. Simmi mengajak Raman untuk pergi.





Waktu istirahat usai dan sidang kembali dimulai. Kaur kembali bertanya pada Shagun dimana kah dia saat kecelakaan berlangsung. Shagun lalu mulai berbohong dan berkata bahwa dirinya sedang pergi shopping. Kaur memancingnya terus dan Shagun tergagap2 menjawab. Shagun lalu mengatakan jika dirinya pergi minum kopi di food court mall setelah shopping. Kaur mengatakan jika tidak ada food court di mall yang dimaksud Shagun. Kaur menuduhnya yang telah melakukan kecelakaan tersebut. Raman teringat ketakutan Aditya dan janjinya pada Aditya. Kaur mendesak Shagun dan Raman pun berteriak mengatakan jika Shagun memang berbohong karena saat itu Shagun bersamanya. Hakim lalu menyuruhnya maju ke depan. Kaur mulai bertanya pada Raman. Raman pun berkata bahwa memang Shagun sedang bersamanya. Tapi Kaur terus menyudutkannya dengan menanyakan dimanakah mereka berdua waktu itu. Ishita lalu berdiri dan mengatakan jika dirinya ingin berbicara dengan Kaur. Ishita lalu berbicara dengan Kaur, Ishita meminta Kaur tidak menyudutkan Raman. Hakim kemudian memutuskan untuk menunda sidang sampai besok. Madhavi pun menenangkan Ishita.
Ishita duduk sendirian di ruang sidang. Kaur mendekatinya dan bertanya apa yang terjadi. Ishita menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin mempermalukan Raman didepan umum karena dia tahu Raman berbohong saat mengatakan dirinya sedang bersama Shagun. Ishita menjelaskan panjang lebar pada Kaur.. Raman sedang melintas dan mendengar percakapan mereka. Raman semakin merasa bersalah. Ishita terus mengatakan sesuatu mengenai Raman. Kaur pun memahaminya. Raman kemudian berbicara dalam hati bahwa kini dirinya jatuh di mata Ishita untuk menyelamatkan Aditya
Toshi dan Ishita pulang kerumah. Toshi terlihat marah. Ishita berusaha menjelaskan tapi Toshi masih saja marah. Tn. Bhalla lalu menyuruh Ishita masuk ke dalam kamar. Simmi datang dan Toshi pun memarahinya karena membela Shagun. Toshi pun hendak menampar Simmi tapi suaminya menghalanginya. Simmi berteriak pada ibunya dan Tn. Bhalla membentaknya. Simmi pun bergegas ke kamarnya. Tn. Bhalla pun menenangkan Toshi.
Baca : Daftar Sinopsis Mohabbatein ANTV
Di dalam mobilnya, Raman memarahi Shagun habis2an karena Ashok tidak bisa mengatasi Ravipal hingga akhirnya bersaksi. Raman juga mengancam Shagun agar memberitahu Ashok bahwa dirinya melakukan ini untuk Aditya. Shagun mencoba mengambil hati Raman dan berkata bahwa dirinya akan menangani Ashok. Shagun kemudian keluar dari mobil.
Madhavi dan Vishwa keluar dari apartemen, Mihika datag dengan taksi dan mereka ikut bersama Mihika. Mereka pergi ke rumah Pathak. Madhavi berusaha menjelaskan semua dan memohon pada Pathak. Pathak berkata bahwa dirinya tidak bisa melakukan apa2, tapi Pathak kemudian memiliki sebuah ide. Madhavi berkata bahwa dirinya akan melakukan apa saja demi Ishita.

Malam harinya, Ishita memasak di dapur. Raman datang dan Ruhi menyambutnya sambil mengatakan jika dirinya ingin pergi ke restoran bersama ayah dan Ibu Ishi. Raman berkata tidak hari ini karena dirinya ada pekerjaan di kantor. Ruhi berteriak bahwa dirinya ingin pergi dan Raman lalu membentak Ruhi tapi Ruhi berkata bahwa dirinya juga bisa marah. Toshi lalu meminta Ishita membawa Ruhim masuk ke dalam. Ishita mengajaknya tapi Ruhi menolak sampai mereka mau membawanya pergi ke restoran. Toshi pun meminta Ruhi untuk ganti baju dulu. Ruhi pun berkata ‘mari kita pergi Ibu Ishi atau kita tidak akan mendapat meja’.
Tayang Sabtu , 17 September 2016

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

Mohabbatein Episode 48 Part 2 (Tayang Sabtu , 17 September 2016)




SINOPSIS SERIAL TV



Mohabbatein Episode 48 Part 2 (Tayang Sabtu , 17 September 2016) Mihir mengejar Ishita hingga ke depan kantor. Ishita meminta Mihir untuk tidak mengajukan pertanyaan padanya. MIhir mengatakan jika kali ini dirinya mendukung Ishita. Ishita mengucapkan terima kasih dan beranjak pergi.
Simmi berbicara di telepon dengan Parmeet. Simmi berkata bahwa dirinya mendukung Raman karena Ishita telah membuat semua orang melawan Raman. Parmeet pun berkata juga akan mendukung Raman meski Raman tidak mendukungnya. Usai menutup panggilan, Parmeet berbicara sendiri dan mengatakan Raman harus tahu bahwa dirinya melakukan semua ini untuknya.
Ashok kembali bertengkar dengan Shagun di kamar rumahnya. Ashok marah karena Shagun kembali menemui Raman. Shagun lalu melempar surat panggilan pengadilan pada Ashok.  Ashok membacanya dan Ashok pun meminta maaf pada Shagun dan berkata bahwa dirinya hanya merasa cemburu, Ashok lalu mengatakan jika dirinya akan mencarikan pengacara yang terbaik untuk Shagun tapi Shagun berkata bahwa dirinya kini hanya mempercayai Raman. Shagun lalu beranjak pergi. Ashok merasa geram dan berkata bahwa Ishita pembawa masalah.
Kaur sedang memeriksa kasus Ishita, dia mengatakan jika kasus ini lemah karena Raman membela Shagun.  Ishita yang berada di ruangan Kaur bersama ayah dan ibunya menjawab bahwa sekarang mereka tidak bisa mundur. Kaur mengatakan bahwa dirinya akan membuat Shagun menerima hukumannya. Kaur pun menanyakan tentang lelaki (Ravipal) yang mana Ashok membuat namanya untuk surat palsu jual beli mobilnya. Kaur berkata mereka harus menggunakan lelaki tersebut.
Raman mendatangi Shagun, Shagun mengatakan jika Aditya mengetahui semua tentang kasus pengadilan Aditya muncul dan menangis ketakutan, dia berkata bahwa Raman mengingkari janjinya. Raman menenangkannya dan berjanji. Aditya berkata jika semuanya adalah bohong dan dia lalu berlari pergi





Ishita mendekati ibunya yang termenung sendirian, Madhavi meminta Ishita melupakan kasusnya karena sekarang dirinya baik2 saja. Madhavi meminta maaf karena telah menciptakan masalah dalam kehidupan Ishita. Madhavi pun menangis. Ishita meminta ibunya tidak menyalahkan diri sendiri. Ishita pun mengatakan bahwa Raman telah berdiri melawannya untuk Shagun.Ishita pun menangis dan  Ishita meminta dukungan ibunya untuk membuatnya semakin kuat karena Madhavi pernah berkata bahwa suatu hubungan akan di uji saat masalah mulai datang.
Raman pulang kerumah dan berkata bahwa sekarang tidak ada lagi yang menunggunya dan mereka tidak peduli Raman sudah makan atau belum, dia lalu membuka kulkas dan membuat makanannya sendiri. Kemudian dia duduk di meja makan dan mulai makan. Bajunya tertumpah makanan dan Raman pergi ke kamar untuk ganti baju. Ketika kembali, dia melihat Ruhi menghangatkan makanannya dan menyiapkan makanan untuk ayahnya. Raman tersenyum melihat Ruhi yang bersusah payah menyiapkan makanannya. Setelah itu mereka duduk bersama di meja makan dan Ruhi mengajarinya cara menikmati makanannya. Raman pun berkata bahwa makanan yang disiapkan Ruhi adalah makanan yang terbaik. Ruhi mengatakan jika Ishita tidur di kamarnya dan Ruhi bertanya apakah ayahnya melakukan kesalahan,  Raman pun tersedak. Ruhi  memberikan minuman untuk ayahnya. Setelah itu Ruhi menyuapi ayahnya (anak pintaaarrrr), Raman pun terharu dengan perhatian Ruhi padanya.
Baca : Daftar Sinopsis Mohabbatein ANTV
Ruhi lalu kembali ke kamarnya dan memberitahu bahwa dirinya telah mengerjakan semua yang dipintanya. Ishita mengucapkan terima kasih dan kemudian Ruhi keluar menuju kamar ayahnya. Ruhi lalu berbaring disamping ayahnya sambil membaca buku cerita. Ishita nampak termenung di kamar Ruhi, Raman juga termenung di kamarnya. Ruhi pun akhirnya tidur dengan memeluk ayahnya.
Pagi harinya, Toshi sedang berdoa bersama suaminya dan Ishita. Dia meminta Dewa melindungi anak2nya meski dirinya jarang berdoa.Ruhi lalu muncul dan bertanya siapa yang akan mengantarnya ke sekolah. Tn. Bhalla pun menyuruh Simmi untuk mengantar Ruhi. Simmi pun membawa Ruhi.
Setelah itu Toshi mengikatkan gelang pada Ishita dan memberikan patung Dewa pada Ishita. Ishita lalu meminta berkat dengan menyentuh kaki Toshi. Saat itulah Raman ikut menyentuh kaki Toshi. Toshi menatap suaminya dan suaminya mengangguk. Toshi pun memberkati Raman juga dan setelah itu Raman beranjak pergi.
Raman keluar dari pintu rumah dan berpapasan dengan Madhavi serta Vishwa. Raman teringat saat Madhavi memujinya. Lalu Raman menyapa mereka berdua dan meminta berkatnya. Setelah itu Raman bergegas pergi.
Shagun sedang menyiapkan diri untuk pergi, Ashok lalu masuk ke kamar dan Shagun bertanya mau kemanakah Ashok. Ashok berkata bahwa dia akan pergi bersama Shagun. Shagun pun berkata bahwa kehadiran Ashok akan menciptakan masalah disana, orang2 akan bertanya apa status Ashok terhadap Shagun. Shagun berkata dia ingin mendapatkan simpati sebagai mantan istri Raman. Shagun memintanya untuk tidak mengikutinya.

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

Mohabbatein Episode 48 (Tayang Sabtu , 17 September 2016)




SINOPSIS SERIAL TV



Mohabbatein Episode 48 (Tayang Sabtu , 17 September 2016)
Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 48 Tayang Sabtu , 17 September 2016 -Raman  mengatakan jika Ishita sangat pintar dan ibu yang baik, dia akan memahami permasalahan ini dan pasti akan membantu Aditya. Raman mengajak Shagun untuk bersama2 memberitahu Ishita tapi Shagun menolak dan kembali meminta Raman berjanji untuk tidak memberitahukan apapun pada Ishita. Raman pun berjanji. Shagun berkata tidak akan terjadi apa2 pada Aditya. Shagun kemudian pergi.
Baca : Daftar Sinopsis Mohabbatein ANTV
Mihir menunggunya dan berkata jika dirinya ingin berbicara dengan Shagun, Mihir mengajak Shagun ke ruangannya. Romi melihat Mihir dan Shagun dan bertanya2 apakah yang sedang dilakukan Shagun di kantor Raman.





Mihir bertanya apa yang dilakukan Shagun di kantor Raman. Shagun berkata bahwa dirinya tidak perlu menjelaskan apa2 dan Mihir tidak punya hak untuk tahu. Mihir berkata bahwa dirinya berhak tau dan Mihir kembali bertanya apa yang diinginkan Shagun dari Raman. Romi melihat pertengkaran mereka dan berkata bahwa Shagun tidak pernah berubah.
Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 48
Toshi menelpon Romi dan mengatakan jika dirinya mengirim makanan melalui sopir, Toshi menyuruh Romi membuat Raman memakan makanannya. Romi berkata bahwa dia (Shagun) telah datang. Toshi menyahut Ishita akan segera datang karena dia ingin tanda tangan Raman. Romi mengatakan jika dirinya sedang membicarakan kakak iparnya yang pertama yakni Shagun. Toshi lalu menyuruh Romi untuk menghentikan pertemuan antara Shagun dan Raman. Romi membalas jika Ishita telah datang.
Sementara Shagun menyuruh Mihir pergi dan bertanya pada Raman bukan pada dirinya.  Setelah itu Shagun pun pergi. Sedang kan Ishita bertanya keberadaan Raman pada Romi tapi seorang staf berkata jika Raman berada di ruang rapat. Ishita pergi dengan lift dan dia tidak melihat Shagun yang sedang melintas.
Ishita mendatangi Raman dan meminta tanda tangannya. Setelah itu Ishita berniat pergi tapi Raman menghentikannya. Raman meminta maaf karena tidak bisa datang ke sekolah Ruhi karena sibuk dengan pekerjaan. Ishita menjawab dengan datar ‘baiklah’. Ishita kemudian beranjak pergi. Raman hanya bisa mengatakan agar Ishita memaafkannya jika memungkinkan.
Ishita menekan tombol lift dan kemudian masuk ke dalam. Dia lalu melihat Shagun di dalam lift. Ishita melihat Shagun dan setelah itu memalingkan wajah. Sementara Romi menelpon ibunya dan berkata jika keduanya tidak saling melihat satu sama lain. Toshi pun mengucap syukur pada Dewa.
Lift macet dan alarm berbunyi. Raman mendengarnya. Shagun mulai berteriak2 meminta tolong, sementara Ishita langsung mnelpon Mihir dan berkata jika liftnya macet. Mihir memberitahu Raman dan bergegas pergi.
Shagun merasa kepanasan dan dia memakai surat panggilan pengadilan untuk kipas, dia lalu berkata dengan sombongnya bahwa Raman akan melindunginya karena telah berjanji padanya, Shagun juga berkata bahwa Raman akan memperjuangkannya dalam kasus ini. Ishita membalasnya dengan tenang dan  Shagun pun nampak gugup dan berkeringat.
Raman mencoba membuka lift bersama Mihir. Saat terbuka Raman langsung memberikan tangannya untuk Ishita hingga membuat Shagun yang telah memberikan tangannya pada Raman merasa malu dan marah. Tapi Ishita tidak menerima uluran tangan Raman, dia memanggil Mihir dan Mihir memberikan tangannya untuk membantu Ishita keluar dari lift. Raman pun membantu Shagun keluar. Setelah itu Shagun melenggang pergi. Mihir lalu memanggil Ishita dan berkata akan mengantar Ishita tapi Ishita menolak dan bergegas pergi. Romi pun menatap Raman.

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

SINOPSIS THAPKI EPISODE 302





SINOPSIS SERIAL TV



SINOPSIS THAPKI EPISODE 302
.::.
Vasu menghentikan thapki.
Vasu berkata "jangan pergi ke bihaan, dia tidak menyayangi ayahnya."
Thapki mengatakan "tidak."
Thapki pergi ke bihaan.
SINOPSIS THAPKI EPISODE 302
Bihaan menodongkan pistol pada
thapki.
Dhruv berkata "bihaan, singkirkan senjata itu, thapki akan terluka."
Bihaan mengatakan "tidak, aku tidak akan pergi ke mana pun, aku akan berada di sini."
Operasi berakhir dan dokter
keluar.
Dhruv berjalan ke dokter dan
bertanya tentang bau ji.
Dokter mengatakan "dia selamat, tapi dia dalam keadaan koma."
Mereka semua terkejut.
Bihaan menjatuhkan pistol dan
terkejut.

Bihaan berlari untuk melihat bau ji
dan berteriak.
Dhruv berkata "bihaan apa kau bahagia mendengar ini sekarang."
Dhruv meminta inspektur untuk
menangkap bihaan.
Bihaan ditangkap dan dibawa
pergi.
Thapki menangis melihat bihaan.
Thapki memeluk krishnakant.

Vasu dan semua orang menemui
bau ji.
Vasu meminta bau ji untuk mengatakan sesuatu.
Vasu berteriak dan sangat
bersedih.
Dokter datang.
Dokter berkata "kami tidak bisa
mengatakan kapan dia akan sadar,
kita harus menjaga dia di sini di
bawah pengamatan, dan obat-
obat ini."
Dhruv berbicara pada bau ji dan mengatakan "cara kita selalu berbeda, tidak tahu kenapa kita tidak berbicara satu sama lain dengan baik sampai sekarang."
Dhruv berkata "aku menyesal...ibu
suruhlah ayah bangun, aku harus memeluk ayah."
Vasu memeluk dhruv dan mereka
menangis.
Dhruv mengatakan "ayah bangunlah sekali, aku akan memelukmu, aku tidak tahu ayah, tapi aku sangat
menyayangimu."
Vasu menenangkan dhruv.
Vasu meminta dhruv untuk berjanji
kepadanya untuk jangan
melepaskan bihaan.




Dhruv berkata "aku berjanji bahwa aku tidak akan melepaskan bihaan."
Shraddha pergi untuk mendapatkan obat-obatan.
Shraddha pergi keluar dan
tersenyum.
Shraddha bergumam "bihaan tidak
melakukan yang benar dengan ayah, tapi benar bagi ku, semua
orang akan difokuskan pada ayah,
mereka tidak akan fokus pada
kehamilan palsuku, aku bisa
melakukan semua yang aku
inginkan, aku dapat menunda
aborsi palsu dan rencana untuk
menyalahkan thapki, tapi terima
kasih bihaan karena melakukan
semua ini."

Bihaan di penjara dan menangis
mengingat bau ji.

Flashback On~
Bau ji mengajar bihaan menembak.
Bau ji meminta bihaan untuk
belajar mengurangi
kemarahannya.
Bihaan gagal untuk menembak
kesasaran.
Bau ji mendukung bihaan dan
meminta bihaan untuk menembak
dengan hati.
Bihaan gagal.
Bihaan berkata "maaf ayah, aku tidak berpikir aku bisa belajar
menembak."
Bau ji mengataka "kau hanya harus melihat botol, seperti Arjun dan hanya melihat mata ikan.
Bau ji menaruh botol di atas
kepalanya.
Bihaan bertanya "apa yang kau katakan."
Bau ji berkata "ini untuk sasaranmu, aku percaya kau, tembaklah, aku tahu kau tidak pernah bisa menyakitiku."
Bihaan menembak dengan tepat di botol.
Bau ji tertawa.
Bihaan berjalan dan memeluk bau
ji.
Bau ji berkata "lihat, aku bilang aku tahu kau tidak pernah bisa membiarkan aku mendapatkan bahaya.
~

Bihaan berkata "maafkan aku ayah, aku telah menyakitimu."
Bihaan mengingat saat-saat
bahagia bersama keluarga dan
menjadi sedih.

Thapki datang untuk menemui bihaa.
Bihaan menangis.
Thapki bertanya "apa yang terjadi di sana, bagaimana ayah terluka."
Thapki membaca semua apa yang
bihaan tulis tentang bau ji.
Thapki mengatakan "kau menulis semua ini di buku sketsamu, bagaimana kau bisa melakukan ini, ceritakan apa yang terjadi?"
Bihaan marah dan menyalahkan
thapki untuk semua ini.
Bihaan melempar sketsa.
Bihaan berkata "kau salah, kau telah merusak semuanya."
Bihaan marah.
Thapki menatapnya.

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

SINOPSIS THAPKI EPISODE 301 .::. Bihaan berkata "hidupku menjadi hancur setelah namaku disatukan dengan thapki."





SINOPSIS SERIAL TV



SINOPSIS THAPKI EPISODE 301
.::.
Bihaan berkata "hidupku menjadi hancur setelah namaku disatukan dengan thapki."
Bihaan menangis.
Bihaan mengatakan "dia tidak membuat aku berubah menjadi lebih baik."
Bihaan mengeluh ke bau ji.
Semua orang khawatir dan
melihat.

Bihaan berkata "sekarang tidak ada yang percaya kesetiaanku, dia membuat keluargaku membenciku, bahkan ayah ku, semua orang mengatakan pernikahan adalah tujuh kelahiran, tapi aku mengatakan ini adalah akibat dari dosaku di tujuh kelahiran, karena aku menikah dengannya."
Bihaan meminta bau ji untuk
menghukumnya.
Bihaan marah dan mengambil pisau
buah dimejamakan.
Bihaan memberikan pisau kepada
bau ji.

Dhruv bertanya "bihaan apa yang kau lakukan?"
Bihaan mengatakan "ayah bunuhlah aku."
Vasu berkata "bihaan hentikan, apa kau gila, aku tidak mempunyai
keberanian untuk melihat ini
semua."
Bihaan mengatakan "bahkan akupun tidak mempunyai keberanian untuk menanggung thapki sekarang."
Thapki menangis.

Bihaan berlari kelantai atas
memegang pisau.
Nenek menangis dan berkata "tidak tahu yang terlihat buruk terjadi pada anak-anakku."
Vasu mengatakan "batkhi bawa nenek ke kamar."
Nenek berkata "tidak, bagaimana aku bisa tidur, sampai mereka berdamai."
Nenek menangis dan meminta bau
ji mencoba untuk menjelaskan
kepada bihaan.
Bau ji menangis dan berkata "aku akan menjelaskan kepada bihaan, dia menyelamatkan hidupku, aku mencintainya seperti anak kandungku, aku tidak bisa melihat dia berjalan di atas jalan yang salah."
Bau ji pergi ke lantai atas.

Bihaan memukul pisau di antara
jari-jarinya.
Bau ji datang dan menghentikannya
.

Bau ji meminta bihaan untuk
mendengarkannya dalam keadaan
tenang.
Bihaan menolak dan berkata "ayah lepaskan tanganku, pergilah dari sini."
Bau ji dan bihaan tarik menarik
pisau.
Bihaan mengatakan "aku sedang sangat marah, lepaskan aku."
Bau ji berteriak vasu dan jatuh
kelantai bawah.
Semua orang terkejut dan
berteriak.
Mereka lari ke bau ji.
Bau ji tertusuk.

Bihaan datang berlari dengan
pisau berdarah.
Dhruv bertanya "siapa menusuk pisau?"
Dhruv melihat bihaan.
Dhruv marah dan berteriak
bihaan.
Semua orang melihat kaget.
Dhruv bertanya "bihaan apa yang kau lakukan kepada bau ji."
Shraddha berkata "dhruv, kesini cepat, ayah ingin mengatakan sesuatu."
Dhruv mengatakan"aku tidak akan
membiarkan bihaan hidup."
Dhruv pergi ke bau ji.
Bau ji berkata "ini...."
Dhruv meminta sanjay untuk
menyiapkan mobil.
Mereka semua bergegas membawa
bau ji ke rumah sakit.
Thapki menangis dan semua orang
pergi. Bihaan terkejut dan menjatuhkan pisau.
Bihaan berteriak "Ayaaah."





Semua orang khawatir kepada bau
ji, dan menangis.
Vasu berkata "suamiku sangat kuat."
Thapki meminta bau ji untuk tetap
membuka matanya.
Nenek menangis untuk bau ji.
Dhruv berkata "ibu jangan khawatir, tidak akan terjadi apa-apa."

Bihaan juga datang kesana dan
melihat bau ji.
Bau ji dilarikan ke ruang operasi.
Vasu marah melihat bihaan.
Vasu pergi ke bihaan dan bertanya "apa yang kau lakukan disini,apakah kau datang untuk melihat
apakah ayah mu sudah mati."
Bihaan mengatakan "tidak."
Vasu berkata "kau melakukan ini dengan ayah mu, kau melakukan ini untuk membayar cintanya, dia
menjelaskan kepada mu untuk
kebaikanmu, apa yang kau lakukan
dengan dia."
Vasu mendorong bihaan.
Vasu berkata "pergi dari sini, atau aku akan mengutukmu."
Semua orang menangis.

Dhruv berkata "aku adalah anak yang buruk dari ayah, bihaan kau anak yang terbaik bagi ayah, apa yang kau lakukan dengan dia, aku ingin meninggalkan semua orang dan seluruh kebaikanku dan hanya
ingin membunuhmu, tapi aku tidak
bisa melakukan ini, karena ini
perbedaan antara kau dan aku,
karena darah ayah dan ibu ada di
pembuluh darahku, aku tidak bisa
menjadi seperti kau bahkan jika
aku ingin."
Sanjay mengatakan "dhruv, jika kau tidak bisa menjadi seperti dia, kami bisa menjadi seperti dia, kami tidak akan melepaskan dia."
Ashwin mendatangi bihaan.
Mereka marah.

Nenek menghentikan ashwin.
Nenek berkata "kalian jangan bertengkar, karena anakku sedang berjuang dengan kematiannya."
Thapki memeluk nenek dan mereka
menangis.
Bihaan dan thapki menangis.
Thapki mengingat semua yang
terjadi dan menangis.

Polisi datang kesana.
Dhruv berkata "aku yang memanggil mereka, inspektur untuk tangkap dia, Dia mencoba untuk membunuh ayah ku."
Bihaan dibawa oleh inspektur.
Bihaan mengambil pistol inspektur
dan meminta mereka untuk jangan
mendekatinya.
Keluarga terkejut.
Bihaan berkata "aku tidak akan pergi kemanapun sebelum melihat ayah."
Thapki meminta bihaan untuk
melepaskan pistol.
Bihaan menujukan pistol ke arah
kening thapki.
Dhruv dan semua orang terkejut.
Thapki berjalan kearah bihaan.

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

Mohabattein: Ishita Menegur Raman




SINOPSIS SERIAL TV



Mohabattein: Ishita Menegur Raman

Ishita tegur Raman karena melindungi Shagun, yang merupakan penyebab kecelakaan Madhavi.



Ketika Ashok mengklaim bahwa Raman sedang mencoba untuk menghancurkan bukti dalam kecelakaan Madhavi ini, Ishita menolak untuk percaya padanya. Raman meminta Shagun untuk mengurus Ruhi sementara ia memberikan perusahaan nya untuk Aditya. Shagun melihat Ishita dan Ashok di ruangan yang sama. 
Ishita tegur Raman karena melindungi Shagun, yang merupakan penyebab kecelakaan Madhavi. Shagun berteriak kepada Ashok untuk mengatakan yang sebenarnya. Raman pulang merasa bersalah. Namun, Santosh menghentikan Ishita dari membawanya ke kamar mereka.
Ketika Pathak mengunjungi rumah Bhalla untuk membahas kasus Madhavi dengan Ishita, Santosh meminta dia untuk pergi. Dia membela Ishita dan menampar kehadiran Raman Madhavi. Shagun menerima panggilan pengadilan dan karena itu mendapat cemas.
Ishita dan Shagun terjebak dalam lift. Shagun mengatakan kepada Ashok tentang keluhan Ishita. Aditya mengatakan kepada Raman ia akan mengaku jika pengadilan mendenda Shagun. Madhavi menghadapi Ishita.
Ruhi hadir untuk Raman atas permintaan Ishita. Santosh pergi ke pengadilan dengan Ishita, tapi Shagun menghentikan Ashok. mobil Ishita rusak dan Raman menawarkan Iyers tumpangan.

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

Mohabbatein Episode 47 Keempat (Tayang Jum'at , 16 September 2016)




SINOPSIS SERIAL TV



Mohabbatein Episode 47 Keempat (Tayang Jum'at , 16 September 2016)
Raman menyela dan Ishita meminta Nillu membuatkan air lemon untuk raman. Ishita lalu melanjutkan obrolannya dengan Ibu Kaur (pengacara), mereka harus kembali berjuang untuk menemukan bukti2 karena bukti rekaman CCTV sudah dihancurkan. Kaur berkata akan melihat bahwa tidak ada seorangpun yang akan menciptakan masalah dan mereka akan berbicara di telepon sekarang. Kaur lalu pergi setelah menyapa semuanya. Raman mendengar semuanya. Pathak datang dan berkata bahwa Shagun telah menceritakan semuanya dan pathak bertanya mengapa kaur datang ke rumah Raman.

Raman berkata bahwa sekarang keluarganya akan mengajukan kasus Shagun dan Raman tetap meminta un tuk melindungi Shagun. Toshi meminta Pathak utuk pergi dan tidak membicarakan nama Shagun di dalam rumahnya. Pathak meminta maaf dan kemudian pergi. Toshi lalu menghentikan Raman.

Madhavi marah pada Vishwa karena tidak memberitaunya pada malam hari. Vishwa berkata bahwa Ishita akan mengatur semuanya. Vishwa lalu mengajaknya ke dokter. Tapi Madhavi menolak karena ingin melihat Ishita.






Mereka pun kemudian mendatangi rumah Raman dan terkejut melihat Toshi menampar Raman. Toshi kemudian marah setelah apa yang Raman lakukan untuk Shagun. Madhavi dan Vishwa senang karena Toshi mendukung Ishita.  Toshi berkata bahwa dia akan mendapatkan keadilan untuk Madhavi. Toshi menyuruh Raman memilih mendukungnya atau mendukung Shagun. Toshi berkata bahwa sekarang Ishita bukan lagi menantunya tapi sudah menjadi anaknya dan jika Ishita menangis karena Raman, Toshi berjanji dirinya tidak akan melepaskan Raman. Raman lalu pergi ke kamarnya. Toshi pun memeluk Ishita.

Baca : Daftar Sinopsis Mohabbatein ANTV

Madhavi mengajak Vishwa pergi tapi Toshi melihatnya. Madhavi berkata dia telah mendengar semuanya dan merasa bahagia karena putrinya tidak sendirian di rumah mertuanya. Toshi berkata bahwa Madhavi telah meremehkannya. Madhavi bercanda dan berkata bahwa dia akann bertarung dengan Toshi ketika dirinya sudah membaik. Toshi berkata agar Madhavi cepat sembuh dan dirinya siap kembali bertarung dengannya. Mereka berdua berpelukan dengan bahagia dan Ishita tersenyum melihat mereka.

Vishwa dan Madhavi pergi dari rumah keluarga Bhalla. Simmi sedang berpikir bahwa Ishita mencoba menjauhkan Raman dari keluarganya. Simmi berkata bahwa dia tidak akan mendukung Ishita tapi akan mendukung Raman dan Shagun.

Motor Romi rusak, dia berkata harus pergi hari ini karena mood Raman sedang tidak bagus. Sarika datang kesana dan menawarkan tumpangan pada Romi. Romi setuju dan Sarika pun membonceng Romi.

Shagun berbicara dengan pathak dan memintanya menceritakan apa yang Raman katakan. Shagun lalu mendapat sebuah amplop dan melihatnya. Shagun pun terkejut. Shagun mendapat panggilan pengadilan untuk kasus tabrak lari. Shagun panik dan meminta sopirnya membawa mobil keluar.

Ishita menanyakan keberadaan Raman pada Toshi karena dia membutuhkan tanda tangan Raman untuk formulir sekolah Ruhi. Toshi mengatakan jika Raman berada di kantor. Ishita berkata akan ke kantor Raman. Toshi merasa sakit kepala dan meminta Nillu membawakan balsam.

Raman sedang memarahi staffnya. Shagun datang menmuinya dan berkata ingin berbicara berdua dan meminta semua staf untuk pergi. Raman bertanya mengapa Shagun mendatanginya.. Shagun pun menagih janji Raman untuk melindunginya karena dia mendapat panggilan dari pengadilan. Shagun berkata bahwa Aditya tidak ada dirumah dan jika Aditya tau apa yang akan Aditya rasakan. Raman berteriak dan berkata agar jangan mengatas namakan Aditya. Raman menyuruh Shagun meminta bantuan Ashok. Shagun meminta Raman tidak meninggalkannya dan Aditya dalam masalah ini. Raman memegang tangan Shagun dan mengatakan “kau menggunakan nama anakku untuk memanipulasiku, kau dan aku tahu dengan baik Aditya yang melakukan kecelakaan tersebut. Shagun pun terkejut.

Raman menatap Shagun dengan marah dan mengatakan semuanya. Dia memberi tahu jika Aditya lah yang menceritakan kebenarannya. Shagun pun bertanya bahwa Ishita pasti akan melawannya, Shagun bertanya apakah Raman akan melawan Ishita. Raman mengiyakan, dirinya akan bertarung dengan dunia untuk anak lelakinya. Raman berkata meski keluarganya akan melawannya, dirinya tetap akan melindungi Aditya, tidak akan terjadi apapun pada Aditya selama dirinya masih hidup.



Tayang Jum'at , 16 September 2016
By :  ARIN

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya:

Mohabbatein Episode 47 Ketiga (Tayang Jum'at , 16 September 2016)




SINOPSIS SERIAL TV




Mohabbatein Episode 47 Ketiga (Tayang Jum'at , 16 September 2016) Raman bertanya apa yang dilakukan Ishita. Ishita meminta maaf dan dia mengatakan jika Ashok telah memberitaunya bahwa Raman melindungi Shagun atas kasus tabrak lari ibunya. Shagun pun terkejut mendengarnya. Ishita menambahkan bahwa dia datang untuk menutup mulut Ashok dan membuktikan bahwa dugaan Ashok hanya omong kosong. Raman terdiam. Shagun hanya bisa memandang Ishita

Ishita terus berbicara dan meminta Raman mengatakan bahwa Ashok telah berbohong. Raman membentaknya dan menyuruhnya diam. Raman berkata bahwa dirinya bukan Tuhan dan hanya manusia biasa dan tak berdaya. Shagun pun tersenyum. Ishita menangis dan berkata bahwa ini berarti Shagun yang melakukan tabrakm lari pada ibunya. Aditya lalu datang dan bertanya apa yang sedang terjadi. Shagun mempackng tas nya dan pergi membawa Aditya. Ashok juga pergi dengan senyum mengembang.. Kepercayaan Ishita pun terguncang.

Ishita pun menghujat Raman, bagaimana bisa Raman melindungi Shagun yang telah mencelakai ibunya. Raman berkata bahwa dirinya tidak berdaya. Ruhi terbangun dan Ishita langsung memeluknya. Ishita lalu berkata bahwa semuanya sudah berakhir sekarang. Ishita kemudian bergegas pulang ke rumah bersama Ruhi. Raman pun menangis.

Toshi sedang menunggu Ishita dan merasa khawatir. Simmi datang dan menanyakan apa yang terjadi. Tn. Bhalla berkata bahwa Toshi sedang mengkhawatirkan Ishita. Ishita sendiri sedang dalam perjalanan pulang dan menangis memikirkan tentang Raman dan kepercayaan butanya pada Raman.

Simmi menenangkan ibunya dan berkata ishita akan segera datang. Beberapa saat kemudian Ishita pulang berama Ruhi. Tn. Bhalla menyuruh Simmi mengajak Ruhi ke kamarnya. Toshi bertanya pada Ishita apa yang terjadi. Ishita hanya bisa menangis. Toshi menenangkannya. Ishita berkata jika semuanya sudah berakhir sekarang. Ishita lalu meminta maaf dan berkata akan masuk ke kamar. Toshi pun menangisi Ishita.






Simmi menghubungi Parmeet dan memberinya info terbaru. Parmeet mengatakan bahwa Raman pergi piknik bersama Shagun dan mungkin Ishita melihat sesuatu diantara mereka dan menjadi marah. Simmi berkata bahwa dia kini mengkhawatirkan Raman. Simmi juga berkata sejak Ishita hadir dirumahnya, mereka kehilangan kedamaiannya.

Shagun berdebat dengan Ashok, Shagun mengatakan jika Raman lebih baik daripada Ashok. Ashok merasa arah karena Shagun membandingkannya dengan Raman dan Ashok pun bergegas pergi. Shagun berkata bahwa Ashok tidak akan bisa menghentikannya untuk bertemu dengan Raman, Raman melakukan apa saja untuknya.

Raman pulang dalam keadaan basah kuyup dan mabuk. Dia tidak bisa berjalan dan kemudian dia duduk. Penjaga mendatanginya dan Raman memintanya untuk tidak menyentuhnya karena dia lelaki yang buruk. Penjaga itu tetap meminta Raman untuk pergi bersamanya . Raman berkata “aku tidak melakukan kebaikan untuk siapapun, ayah yang  buruk, anak lelaki yang buruk, suami yang buruk, aku egois”. Penjaga memintanya untuk pulang ke rumah. Raman kembali berbicara “rumah yang mana, aku telah menghancurkan rumahku dengan tanganku sendiri, aku kehilangan keluargaku dua kali, semua orang membenciku, aku sangat buruk, tidak ada seorang pun yang bahagia bersamaku,aku menipu wanita yang telah mengurus rumahku untuk wanita yang tidak memiliki arti dalam kehidupanku, aku melakukan semua ini untuk keluargaku dans emua orang berpikir aku salah. Aditya..ayah mencintaimu”. Penjaga berkata orang2 akan terbangun. Keluarga Bhalla dan keluarga Iyer melihatnya.

Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 47 Tayang Jum'at , 16 September 2016

Ishita melihatnya dari balkon. Ishita lalu mendatanginya dan meminta penjaga untuk mundur. Raman berkata “aku tidak butuh dukunganmu karena kau membenciku, aku patut dibenci”. Ishita berkata “tidak perlu memberigtahu semua orang apa yang telah kau lakukan, ayo kita pulang”. Raman berkata “aku minta maaf, maafkan aku, aku lelaki yang buruk”. Ishita memaksanya pulang. Raman terjatuh dan ishita membantunya. Ishita lalu berbciara dengan Raman dan mengatakan banyak hal. Toshi lalu mengatakan agar ishita tidak membawa Raman ke kamar. Ishita pun pergi ke kamar dan Raman tertidur di ruang tamu.

Pagi harinya, Raman terbangun dan melihat Ishita berbicara dengan pengacara untuk menghukum Shagun dalam kasus kecelakaan ibunya. Ishita berkata sebelum melihat Shagun dipenjara, dirinya tidak akan merasakan kedamaian.

BACA JUGA SELANJUTNYA





BANTU LIKE FANS PAGE INI  YA

Artikel keren lainnya: