Mukhta sedang memeriksa semua pekerjaan rumahnya yang ia tulis di sebuah diary. Vishnu kemudian menghampirinya dan memberikan sebuah pena dengan tulisan Mukhta&Vishnu.
Vishnu: Aku tidak bisa memberikanmu sebuah laptop atau ipad seperti suami lainnya karena penghasilanku sangat kecil.
Ketika Mukhta menghibur hati Vishnu dan memuji hadiah yang Vishnu berikan, Vishnu kemudian mengeluarkan sebuah notebook dan tersenyum kepada Mukhta.
Vishnu: Kau akan membutuhkannya saat bekerja di kantor. Jaga ini baik2.
Mukhta: Sekarang katakan padaku siapa yang boros? Kau harusnya membeli sepeda untuk dirimu sendiri.
Vishnu: Aku suka naik alat transportasi umum. Jadi untuk apa? Lagipula, kalau istriku bisa menggunakan alat transportasi umur, kenapa aku tidak?
Mukhta terharu mendengar kata2 Vishnu dan memeluknya sampai jatuh ke sofa.
Sinopsis Uttaran Selasa 5 Juni 2016 ;Rencana Jahat Boss Mukta
Boss di perusahaan tempat Mukhta bekerja mempersiapkan macbook dan menulis nama Mukhta di selembar kertas, ia berkata, "Hanya 1 malam lagi".
Meethi&Mukhta masih sering berkomunikasi lewat telfon untuk berbagi cerita.
Meethi: Selamat, Mukhta!
Mukhta: Terimakasih, Meethi. Ini hari pertamaku di kantor,aku sedikit grogi, tapi aku sudah tidak sabar untuk bekerja.
Meethi: Semoga kau beruntung. Sebenarnya ini juga hari pertamaku untuk melakukan sesuatu.
Akash datang membawa alat bantu untuk belajar berjalan.
Meethi: Hari ini Akash akan mengajariku berjalan.
Mukhta: Wah Meethi, ini berita bagus. Aku sangat yakin kau bisa berdiri lagi karena Akash tidak akan membiarkanmu duduk diatas kursi roda untuk waktu yang lama.
Meethi: Terimakasih. Jangan lupa telfon aku lagi nanti malam. Bye Mukhta.
Mukhta menutup telfonnya dan berkaca di cermin yang disebaliknya adalah ruangan boss, kaca tersebut tampak seperti cermin dari luar namun tembus pandang dari dalam.
Meethi mulai berjalan menggunakan alat bantu, Akash langsung menggendongnya ketika Meethi mulai kelelahan.
Akash: Kalau kau mau berusaha seperti ini terus, kau pasti bisa berjalan lagi secepatnya.
Meethi: Kau fikir aku tidak ada keinginan untuk bisa berjalan lagi? Aku juga ingin berjalan. Berbelanja untukmu, bermain cricket denganmu, berkeliling, dll.
Akash menghapus airmata diwajah Meethi dan menjewer telinganya.
Akash: Maaf. Sebenarnya ini adalah salahku. Aku terlalu terburu2 ingin melihatmu berdiri secepatnya, aku terlalu banyak berharap. Aku sangat yakin kau pasti bisa melakukannya secepatnya dan melakukan apapun yang kau inginkan. Kita akan segera bermain cricket!
Meethi: Bagaimana caranya?
Setelah melihat Chauhan di pernikahan Meethi&Akash, Mr.rathore gigih mencari info tentang Chauhan dan juga Ambika, anak buahnya kemudian memberikan info yang akurat. Anak buahnya berkata,"Ambika bukanlah putrinya Chauhan/Chaubey, Chaubey bekerja sebagai inspektur biasa selama 20 tahun ini. Istrinya meninggal dunia sekitar 1,5 tahun setelah pernikahan mereka. Istrinya tidak mungkin melahirkan karena dia masuk rumah sakit 2 bulan setelah pernikahan dan meninggal di rumah sakit itu. Chaubey juga tidak menikah lagi". Mr.rathore berfikir,"Kenapa Chaubey berbohong? Kenapa dia bilang kalau Ambika adalah putrinya? Kalau Ambika bukan putrinya, lalu putri siapa dia sebenarnya?" Mr.rathore kemudian berkunjung ke kantor Akash, Akash terlihat sedang sibuk.
Mr.rathore: Pekerjaan apa yang membuatmu tidak punya waktu, Akash? Boleh aku masuk?
Akash: Tuan Rathore? Silahkan masuk.
Akash kemudian memesankan kopi untuk Mr.rathore.
Mr.rathore: Semua orang di rumah baik2 saja?
Akash: Semua orang bahagia.
Mr.rathore: Apa hubungan ibumu dan Meethi baik2 saja?
Akash: Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Meethi.
Mr.rathore: Aku percaya padamu. Sankrant sudah menikah bukan? Aku tidak sempat bertemu istrinya. Siapa namanya?
Akash: Ambika.
Mr.rathore: Saat aku datang ke pernikahanmu, aku seperti melihat film dimana ada 2 pernikahan dalam 1 altar. Aku tidak ada kesempatan untuk bicara pada kalian saat itu. Bagaimana bisa pernikahan itu terjadi? Kalian sudah saling mengenal sebelumnya?
Akash: Kau tau seperti apa ibuku. Ketika dia menerima lamaran ayahnya Ambika, dia memaksaku untuk menikahi Ambika. Dia adalah putrinya inspektur Chaubey. Ibunya meninggal dunia ketika dia masih kecil. Hanya itu yang aku tau.
Mr.rathore bicara dalam hati,"Kenapa Chaubey masih berbohong pada semua orang bahkan setelah pernikahan itu berlangsung? Aku akan mencari kebenaran dibalik kebohongannya". Akash: Aku sangat bahagia karena sekarang semuanya baik2 saja.
Akash akhirnya sadar kalau fikiran Mr.rathore ada ditempat lain.
Akash: Tuan Rathore?
Mr.rathore minta maaf dan pergi meninggalkan Akash.
Mukhta tersenyum bahagia sambil menempelkan foto pernikahannya didepan meja kerjanya. Mukhta mencium laptop pemberian Vishnu dan mengucapkan terimakasih untuk Vishnu. Seorang resepsionis wanita kemudian menghampiri Mukhta dan memberikan sebuah bingkisan berisi laptop padanya.
Mukhta: Tapi aku sudah punya laptop sendiri.
Manager: Kau tidak bisa menyimpan data apapun di laptop milikmu demi keamanan rahasia perusahaan.
Mukhta terlihat sedih memandangi laptop pemberian Vishnu.
Dari dalam ruang kerjanya, si bos berkata,"Permainannya sudah dimulai, Mukhta. Oh, maaf. Permainannya sudah dimulai, Nyonya Mukhta Kashyap!". Pria tersebut(si bos) menelfon Mukhta dari ruang kerjanya dan berkata,"Kau terlihat sangat cantik saat kau tersenyum".
Mukhta: Vishnu?
Mukhta tidak tau siapa yang menelfon, dia mengira itu adalah Vishnu, tapi tidak ada jawaban.
Mukhta melihat kesekelilingnya dengan curiga.
Mukhta: Siapa yang menelfonku?
Telfonnya kembali berdering, tapi kali ini yang menelfon adalah Akash, Akash mengundang Mukhta&Vishnu datang ke rumahnya. Melihat ekspresi bahagia di wajah Mukhta, bos tersebut merasa kesal, ia mencoret2 kacanya tepat dibagian wajah Mukhta dan memukulnya dengan keras. Mukhta terkejut mendengar suara pukulan tersebut.
Mukhta: Kenapa aku merasa seperti ada yang memperhatikanku?
BACA JUGA SELANJUTNYA
LIKE FP BERITA TERANYAR UNTUK UPDATE SINOPSIS YA
DAFTAR SINOPSIS TERKAIT
