Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 32 Tayang Kamis , 01 September 2016 . PART 1 . Ishita terpikir untuk mengganti bajunya setelah Raman berangkat ke Mumbai. Ishita pergi kekamar dan terkejut melihat Raman, begitu juga dengan Raman. Raman berpikir bagaimana mungkin gaun itu muat pada Ishita, Raman lalu menemukan kotak peralatan jahit di bawah kasur dan dia paham Ishita telah merubah gaunnya. Kemudian Raman pun membuat Ishita mengaku jika dia telah merubah gaunnya. Mereka pun berdebat ringan. . Raman meminta Parmeet menyiapkan diri untuk proyek yang akan dibuat Raman sepulangnya dari Mumbai. Ruhi kemudian berbicara pada Raman dan memintanya kembali dengan segera. Raman telah tiba di Mumbai dan segera menghadiri pertemuan. Ashok juga berada disana. Kesepakatan didapat oleh Raman dan Ashok bergabung hanya sebagai mitra junior. Ashok tidak bisa menerima ini semua. Tapi para investor itu lebih mempercayakan kontraknya pada Raman ketimbang Ashok. Ny. Smith mengatakan jika Raman adalah yang terbaik. Raman pun memandang Ashok. Ashok merasa cemburu pada Raman dan dia mendatangi Raman, Raman pun menghinanya. Parmeet melihat ayah dan ibu mertuanya sibuk di kamar mereka. Parmeet menelpon Sarika dan memintanya berkata pada Ishita bahwa dia adalah pasiennya. Sarika pun berkata bahwa dia telah pulang ke rumah dan Sarika menutup teleponnya. Simmi mendatangi Parmeet dan berkata dia akan pergi nonton dengan ibunya. Simmi lalu beranjak pergi. Pelayan pun berkata bahwa dia akan pulang, Parmeet merasa senang melihat setiap orang sedang sibuk. . Ashok dan Shagun datang ke pesta. Ashok menemui semua orang. Raman menemui Ny. Smith. Shagun juga menemui temannya (Ranveer) yang datang dari USA setelah 10 tahun. Ranveer menanyakan Raman pada Shagun. Ranveer masih mengira jika Shagun masih bersama Raman dan cinta Shagun yang mendukung Raman. Raman pun mendekati Ranveer dan berkata jika dia telah bercerai dengan Shagun dan sekarang Shagun adalah kekasih Ashok. Raman berkata bahwa dirinya sudah menikah lagi. Raman lalu memuji2 Ishita di depan Ranveer dan berkata jika Ishita tidak meninggalkannya di saat kondisi yang buruk menimpanya. Shagun pergi menemui Ashok dan melihat Ashok sedang menggoda seorang gadis. . Shagun pun marah pada Ashok dan tidak percaya Ashok melakukan hal ini kepadanya. Ashok yang tertangkap basah mencoba menenangkan Shagun. Raman mengambil minuman ringan dan berkata bahwa dia sudah berjanji pada Ruhi untuk berhenti “minum”. Shagun mendengarnya. Seorang pelayan membawakan Paneer untuk Raman. Shagun berkata jika Raman tidak memakan Paneer. Raman berkata bahwa pilihannya berubah. Raman lalu memakan Paneer tersebut dan membuat Shagun terkejut. . Shagun berkata pada Ashok jika dia akan pergi ke kamar Aditya. Ashok sendiri sibuk menggoda gadis2. Sementara Parmeet sudah menyiapkan hadiah untuk Ishita. Dia bergumam "datanglah Ishita, aku menunggumu dengan cemas, suamimu tidak mengkhawatirkanmu jadi aku akan melakukan semuanya". Parmeet pun tersenyum. Ishita tiba di rumah dan dia masuk ke kamarnya. Parmeet tiba2 memeluknya dari belakang dan Ishita pun terkejut. Ishita lebih terkejut lagi saat melihat Parmeet lah yang memeluknya. Ishita pun memaki Parmeet. Ishita berteriak dan mendorongnya. Parmeet meminta maaf, dia beralasan mengira Ishita adalah Simmi. Parmeet berkata dia hanya ingin memberikan hadiah untuk Ishita. Ishita melarang Parmeet untuk menyentuhnya. Dia pun berkata akan berbicara pada Simmi. Parmeet meminta maaf tapi Ishita terlanjur berang dan bergegas pergi menemui Simmi. Parmeet pun menjadi tegang dan pergi untuk menghentikan Ishita. . Ishita menemui Simmi dan menangis. Simmi bertanya apa yang terjadi.
Ishita berkata jika dia sangat malu untuk mengatakannya. Toshi juga bertanya apa yang terjadi. Parmeet datang dan membela diri. Ishita menceritakan semuanya. Simmi dan ibunya terkejut tapi mereka malah mempercayai ucapan Parmeet dan menghardik Ishita. Ishita memilih pergi ke kamar. Toshi berkata pada Simmi untuk tidak memberitahu ayahnya dan juga Raman. Raman datang ke hotel dan berbicara dengan Mihir. Raman mengatakan jika Ashok hanya memiliki saham 40% dan semua kekuatan ada ditangan kita. Shagun lalu menelpon Raman dan mengatakan jika terjadi sesuatu dengan Aditya, Ashok tidak berada disana jadi Shagun merasa bingung. Ishita menangis di dalam kamarnya memikirkan kelakuan Parmett, Ishita juga mengingat ucapan Simmi dan Ibu mertuanya. Ishita ingin berkeluh kesah tapi dia bingung hendak bercerita pada siapa. Ishita pun mengunci kamarnya karena merasa takut. Ishita berniat menelpon Raman dan memberitahunya. Raman sendiri sedang memeriksa Aditya di kamar hotel Shagun. Shagun melihat panggilan Ishita di ponsel Raman dan dia merejectnya. Ishita berpikir Raman sedang sibuk. Ishita kembali berpikir dan akan memberitahu Raman jika Raman sudah pulang. Ruhi lalu datang dan berkata akan tidur menemani Ishita. Ishita pun merasa senang dan memeluk Ruhi. . Dokter mengecek kondisi Aditya dan berkata bahwa Aditya keracunan makanan. Dokter berkata akan memberikan suntikan pada Aditya dan dia akan merasa lebih baik. Raman memutuskan untuk tinggal menjaga Aditya. Tapi Aditya ingin bersama Shagun. Shagun pun menyuruh Raman untuk pergi tapi dia bersikeras akan menjaga Aditya dan tidak akan ada yang bisa menghentikannya. . Raman duduk di sampig Aditya dan menjaganya, Shagun juga berada disana. Raman melihat panggilan tak terjawab di ponselnya dari Ishita. Raman pun menelponnya dan berkata jika tadi dirinya sedang sibuk saat Ishita menelpon. Raman lalu menanyakan kabar Ruhi. Ishita menjawab jika Ruhi baik2 saja. Ishita juga bertanya tentang pertemuan bisnis Raman. Raman mengatakan bahwa dia mendapat kesepakatannya. Ishita mengucapkan selamat. Raman melanjutkan pembicaraan dan bertanya apa saja yang terjadi di rumah. Ishita pun berpikir tentang Parmeet. . Ishita menjawab bahwa tidak terjadi apa2 di rumah. Raman lalu menanyakan tentang ayah dan ibu Ishita juga menanyakan Rasam buatan ibu mertuanya. Raman berbicara dengan sangat manis, Ishita pun tersenyum. Shagun mendengarkan pembicaraan Raman dengan Ishita menjadi cemburu berat, Raman mengomentari gaun berwarna hijau yang dipakai Ishita dan Ishita merasa senang berbicara dengan Raman. Shagun berpikir kapankah Raman belajar berbicara dengan begitu banyak. Raman dan Ishita mengobrol panjang lebar hingga Ishita tertidur. Raman pun bergumam mungkin Ishita lelah setelah merawat Ruhi seharian.
