Bocoran Uttaran 28 Agustus - 4 September 2016 Part 4
Nandini: Aku tau semua itu tapi aku juga punya hak yang sama denganmu karena aku adalah ibunya putrimu. Akash
Nandini masuk kedalam kamar Akash membawakan secangkir kopi ketika Akash dan Meethi tengah asik bermesraan.
Nandini: Akash.
Meethi: Kau pasti tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk.
Nandini: Aku tau semua itu tapi aku juga punya hak yang sama denganmu karena aku adalah ibunya putrimu. Akash, aku adalah cinta pertamamu! Kau menikahi Meethi hanya karena aku tidak ada dalam hidupmu saat itu. Meethi juga pernah meninggalkanmu, tapi kau memaafkannya saat dia kembali, kenapa kau tidak bisa memaafkanku?
Ekadish yang mendengarkan keributan dari kamar Akash datang dan memarahi Nandini, Meethi menamparnyanya karena Nandini sudah melewati batas.
Nandini: Akash.
Meethi: Kau pasti tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk.
Nandini: Aku tau semua itu tapi aku juga punya hak yang sama denganmu karena aku adalah ibunya putrimu. Akash, aku adalah cinta pertamamu! Kau menikahi Meethi hanya karena aku tidak ada dalam hidupmu saat itu. Meethi juga pernah meninggalkanmu, tapi kau memaafkannya saat dia kembali, kenapa kau tidak bisa memaafkanku?
Ekadish yang mendengarkan keributan dari kamar Akash datang dan memarahi Nandini, Meethi menamparnyanya karena Nandini sudah melewati batas.
Nandini tersadar dari
lamunannya, ia lalu mengetuk pintu sebelum masuk. Nandini memberikan
secangkir kopi yang dia bawakan untuk Akash.
Akash: Kau memasukkan jahe kedalam kopi ini?
Nandini: Ya Akash,kita selalu meminumnya setiap kali aku membuatkannya untukmu. Dulu kau sangat menyukainya.
Akash meletakkan kembali kopi itu.
Akash: Sebanyak itu waktu bisa merubah segalanya. Sekarang aku tidak bisa meminumnya lagi. Terimakasih.
Nandini menatap kearah Akash dan Meethi sebelum meninggalkan kamar. Akash menanyakan sebuah kata saat mengisi TTS, Meethi menjawabnya tanpa berfikir. Meethi sedang memikirkan sikap Nandini tadi dan bicara dalam hati,"Hari ini aku melihat kebencian untukku dimata Nandini". Nenek buyut menelfon Mukhta dan memberitahu kalau Nandini tinggal di rumah Meethi.
Nenek: Bicaralah pada Meethi, kenapa dia mengizinkan Chameli tinggal di rumahnya.
Setelah nenek buyut mematikan telfon, Mukhta teringat dengan sumpahnya kepada Meethi saat dia kehilangan Manav, Mukhta pernah berkata bawa Meethi juga akan kehilangan seluruh kebahagiaannya seperti Mukhta kehilangan Manav. Mukhta merasa bersalah dan bicara dalam hati,"Aku sudah mengutuk Meethi, karena diriku hidup Meethi kini dalam bahaya". →
Akash: Kau memasukkan jahe kedalam kopi ini?
Nandini: Ya Akash,kita selalu meminumnya setiap kali aku membuatkannya untukmu. Dulu kau sangat menyukainya.
Akash meletakkan kembali kopi itu.
Akash: Sebanyak itu waktu bisa merubah segalanya. Sekarang aku tidak bisa meminumnya lagi. Terimakasih.
Nandini menatap kearah Akash dan Meethi sebelum meninggalkan kamar. Akash menanyakan sebuah kata saat mengisi TTS, Meethi menjawabnya tanpa berfikir. Meethi sedang memikirkan sikap Nandini tadi dan bicara dalam hati,"Hari ini aku melihat kebencian untukku dimata Nandini". Nenek buyut menelfon Mukhta dan memberitahu kalau Nandini tinggal di rumah Meethi.
Nenek: Bicaralah pada Meethi, kenapa dia mengizinkan Chameli tinggal di rumahnya.
Setelah nenek buyut mematikan telfon, Mukhta teringat dengan sumpahnya kepada Meethi saat dia kehilangan Manav, Mukhta pernah berkata bawa Meethi juga akan kehilangan seluruh kebahagiaannya seperti Mukhta kehilangan Manav. Mukhta merasa bersalah dan bicara dalam hati,"Aku sudah mengutuk Meethi, karena diriku hidup Meethi kini dalam bahaya". →
BACA JUGA SELANJUTNYA
BANTU LIKE FANS PAGE INI YA
